Rabu, 21 Desember 2016

MOM



Ketika aku harus lahir didalam keluarga sederhana bagi ku itu adalah musibah. Ya, aku adalah claudia anastasya feronika tersyana nama yang indah untuk kehidupan ku yang tidak pernah indah. Orangtua ku adalah seorang pedagang kecil yang memang tak memiliki harga sepersenpun. Memang mereka tak memiliki apapun yang aku inginkan namun setidaknya mereka berusaha menuruti apa kemauan ku.
Suatu ketika aku membentak mereka dengan kata-kata yang kasar hingga mereka benar-benar tak bisa berkata apapun lagi.
                “ aku ingin uang “
                “ uang? Untuk apa lagi sayang? “
                “ sudahlah beri saja aku uang! “
                “ ibu sudah tidak ada uang sayang, ayah juga sedang tidak kerja “
                “ halah cuma uang aja susah! Dasar orangtua tidak becus! Sebenernya aku anak siapa? “
                “ kok kamu ngomong seperti itu sih sayang? Kamu anak ibu sama ayah “
                “ ah sudahlah, kalau memang tidak ingin memberi ku uang aku akan pergi, malu bu punya orangtua seperti kalian! Semua teman ku memiliki harga berlimpah sedangkan kalian? 100 perak saja tidak punya! “
                “ ibu akan berusaha cari uang buat kamu sayang “
Tanpa mendengarkan colotehannya aku mengemesi barang-barang ku dan pergi meninggalkan mereka digubuk yang sudah terbilang reyot ini. Aku akan tinggal bersama teman ku yang kaya, aku tidak akan peduli dengan mereka.
1 minggu telah berlalu, aku sekarang tinggal bersama franciska. Disini aku dianggap seperti anak sendiri bahkan kekayaan yang franciska miliki juga menjadi milik ku.
                “ fero? Apa kamu tidak merindukan orangtua mu? “
                “ tidak sama sekali ma, aku membenci mereka “
Setelah percakapan itu, aku dan franciska pergi untuk kuliah. Saat kami turun dari mobil aku melihat tukang sapu jalan yang mirip sekali dengan ibu. Entah itu halusinasi ku atau memang kenyataan. Dengan sambutan dari tiupan angin aku menuruni mobil bersama franciska. Seperti angin memanggil nama ku dan terdengar semakin keras.
                “ fero “
Ternyata tukang sapu jalan tadi yang memanggil ku, saat aku memperhatikan dengan jelas itu benar-benar ibu. Tanpa berpikir panjang aku berlari kearah jalan raya ibu tetap mengejar ku, tanpa aku sadari tetap didepan ku mobil melaju cukup kencang. Karena kaget aku berteriak dengan kencang berharap ada seseorang yang menyelamatkan ku. Namun alhasil kecelakaan meninpa ku, ibu yang melihat ku langsung berlari kearah ku dan segera memeluk ku sambil berteriak minta tolong.
Cukup banyak darah yang ku keluarkan, ibu memutuskan untuk mendonorkan darahnya untuk ku. Tanpa aku sadari kebiasaan ku meminum alkohol bersama teman-teman merusak jantung ku, sehingga butuh pengganti agar aku tetap hidup. Tanpa disangka-sangka setelah berpikir panjang ibu mendonorkan jantungnya untuk ku, dengan atau tanpa izin ayah. Denga menulis sepucuk surat untuk ku yang dititipkan kepada ayah ibu mulai berpamitan dengan semua orang.
Aku mulai tersaadar setelah 3 hari praoperasi, ayah datang dan memberika surat itu kepada ku. Aku segera membacanya ditemani ayah.
             Semua usaha telah ibu lakukan untuk mu fero, ibu tidak pernah meminginginkan sedikitpun balasan dari kamu. Cukup ibu tau bahwa kamu bahagia dengan apa yang ibu usahakan untuk mu. Dari kecil ibu yang selalu memanjakan mu karna kamu adalah pelita hidup ibu sayang. Dalam hati kecil ibu, ibu sangat menyayangi ku apakah kamu juga menyayangi ibu sayang? Mungkin ini adalah jalan terakhir yang bisa ibu lakukan untuk membahagiakan mu. Setelah ibu mendonorkan darah untuk mu tolong terima jantung ibu untuk tetap menghidupkan mu. Segala usaha telah ibu lakukan untuk mu fero, sampai kapanpun kamu tetap anak kesayangan ibu. Setelah membaca surat ini tolong bantulah ayah mu karena jika bukan kamu yang membantunya siapa lagi? Ibu juga sudah tidak ada sayang. Ibu sayang sekali dengan kamu cloudia anastasya feronika tersyana. Dengan adanya jantung ibu ditubuh mu ibu akan tetap hidup, ibu tetap bisa melihat mu bahagia.
Setelah membaca surat ini tetesan air mata mulai mengaliri pipi ku, beribu sumpah dan kutukan hidup ku kini. Ayah memeluk erat tubuh ku seakan dia meredamkan tangisan ibu saat ku bentak seperti biasanya. Aku benar-benar merasa kehilangan sosok orang berharga dalam hidup ku, jika aku bisa berharap aku ingin tuhan mengembalikan ibu ku, aku berjanji tidak akan menuntut sesuatu lagi darinya, aku tidak akan membentaknya, bahkan akan ku akui bahwa dia adalah ibu ku, ibu yang membesarkan ku. Namun semua hanya ilusi yang terjadi sudah terjadi tepat didepan mata ku.
Untuk ibu maafkan anak mu ini , yang selalu membentak mu, yang selalu membuat mu bekerja keras, yang selalu membuat mu menangis. Ibu dibalik sikap ku yang kasar aku memiliki rasa sayang terhadap ibu. Sekarang rasa penyesalan kupun sudah terlambat semua terjadi begitu cepat karna sikap egois ku ini. Ibu tenanglah disana aku berjanji aku bisa membuat ibu bahagia. Jika aku memilhat kelangit aku ingin ibu menjadi bintang yang paling terang dalam malam ku.

#happymotherday
#untuk kalian yang belum kehilangan ibu kalian bahkan jangan pernah mau kehilangan sosok ibu bagi kalian karena ibu adalah pahlawah kemarin, hari ini , esok, lusa, dan selamanya.
#cerita hanya fiktif ya buat kalian hormatilah orangtua kalian sesulit apapun mereka, mereka tetap orangtua kalian yang benar-benar menyayangi kalian apa adanya

2 komentar:

  1. Bagus ceritanya tp kembangkan lg.

    BalasHapus
  2. sampe terharu aku bacanya :') love you mom :* bintang terindah yang pernah tuhan kirimkan untukku ({})

    BalasHapus