Ketika aku harus lahir didalam keluarga sederhana bagi ku
itu adalah musibah. Ya, aku adalah claudia anastasya feronika tersyana nama
yang indah untuk kehidupan ku yang tidak pernah indah. Orangtua ku adalah
seorang pedagang kecil yang memang tak memiliki harga sepersenpun. Memang
mereka tak memiliki apapun yang aku inginkan namun setidaknya mereka berusaha
menuruti apa kemauan ku.
Suatu ketika aku membentak mereka dengan kata-kata yang
kasar hingga mereka benar-benar tak bisa berkata apapun lagi.
“ aku ingin
uang “
“ uang?
Untuk apa lagi sayang? “
“
sudahlah beri saja aku uang! “
“ ibu
sudah tidak ada uang sayang, ayah juga sedang tidak kerja “
“ halah
cuma uang aja susah! Dasar orangtua tidak becus! Sebenernya aku anak siapa? “
“ kok
kamu ngomong seperti itu sih sayang? Kamu anak ibu sama ayah “
“ ah
sudahlah, kalau memang tidak ingin memberi ku uang aku akan pergi, malu bu
punya orangtua seperti kalian! Semua teman ku memiliki harga berlimpah
sedangkan kalian? 100 perak saja tidak punya! “
“ ibu akan
berusaha cari uang buat kamu sayang “
Tanpa mendengarkan colotehannya aku mengemesi barang-barang
ku dan pergi meninggalkan mereka digubuk yang sudah terbilang reyot ini. Aku
akan tinggal bersama teman ku yang kaya, aku tidak akan peduli dengan mereka.
1 minggu telah berlalu, aku sekarang tinggal bersama
franciska. Disini aku dianggap seperti anak sendiri bahkan kekayaan yang
franciska miliki juga menjadi milik ku.
“ fero?
Apa kamu tidak merindukan orangtua mu? “
“ tidak
sama sekali ma, aku membenci mereka “
Setelah percakapan itu, aku dan franciska pergi untuk
kuliah. Saat kami turun dari mobil aku melihat tukang sapu jalan yang mirip
sekali dengan ibu. Entah itu halusinasi ku atau memang kenyataan. Dengan
sambutan dari tiupan angin aku menuruni mobil bersama franciska. Seperti angin
memanggil nama ku dan terdengar semakin keras.
“ fero
“
Ternyata tukang sapu jalan tadi yang memanggil ku, saat aku
memperhatikan dengan jelas itu benar-benar ibu. Tanpa berpikir panjang aku
berlari kearah jalan raya ibu tetap mengejar ku, tanpa aku sadari tetap didepan
ku mobil melaju cukup kencang. Karena kaget aku berteriak dengan kencang
berharap ada seseorang yang menyelamatkan ku. Namun alhasil kecelakaan meninpa
ku, ibu yang melihat ku langsung berlari kearah ku dan segera memeluk ku sambil
berteriak minta tolong.
Cukup banyak darah yang ku keluarkan, ibu memutuskan untuk
mendonorkan darahnya untuk ku. Tanpa aku sadari kebiasaan ku meminum alkohol
bersama teman-teman merusak jantung ku, sehingga butuh pengganti agar aku tetap
hidup. Tanpa disangka-sangka setelah berpikir panjang ibu mendonorkan
jantungnya untuk ku, dengan atau tanpa izin ayah. Denga menulis sepucuk surat
untuk ku yang dititipkan kepada ayah ibu mulai berpamitan dengan semua orang.
Aku mulai tersaadar setelah 3 hari praoperasi, ayah datang
dan memberika surat itu kepada ku. Aku segera membacanya ditemani ayah.
Semua
usaha telah ibu lakukan untuk mu fero, ibu tidak pernah meminginginkan
sedikitpun balasan dari kamu. Cukup ibu tau bahwa kamu bahagia dengan apa yang
ibu usahakan untuk mu. Dari kecil ibu yang selalu memanjakan mu karna kamu
adalah pelita hidup ibu sayang. Dalam hati kecil ibu, ibu sangat menyayangi ku
apakah kamu juga menyayangi ibu sayang? Mungkin ini adalah jalan terakhir yang
bisa ibu lakukan untuk membahagiakan mu. Setelah ibu mendonorkan darah untuk mu
tolong terima jantung ibu untuk tetap menghidupkan mu. Segala usaha telah ibu
lakukan untuk mu fero, sampai kapanpun kamu tetap anak kesayangan ibu. Setelah
membaca surat ini tolong bantulah ayah mu karena jika bukan kamu yang
membantunya siapa lagi? Ibu juga sudah tidak ada sayang. Ibu sayang sekali
dengan kamu cloudia anastasya feronika tersyana. Dengan adanya jantung ibu
ditubuh mu ibu akan tetap hidup, ibu tetap bisa melihat mu bahagia.
Setelah membaca surat ini tetesan air mata mulai mengaliri
pipi ku, beribu sumpah dan kutukan hidup ku kini. Ayah memeluk erat tubuh ku
seakan dia meredamkan tangisan ibu saat ku bentak seperti biasanya. Aku
benar-benar merasa kehilangan sosok orang berharga dalam hidup ku, jika aku
bisa berharap aku ingin tuhan mengembalikan ibu ku, aku berjanji tidak akan
menuntut sesuatu lagi darinya, aku tidak akan membentaknya, bahkan akan ku akui
bahwa dia adalah ibu ku, ibu yang membesarkan ku. Namun semua hanya ilusi yang
terjadi sudah terjadi tepat didepan mata ku.
Untuk ibu maafkan anak mu ini , yang selalu membentak mu,
yang selalu membuat mu bekerja keras, yang selalu membuat mu menangis. Ibu
dibalik sikap ku yang kasar aku memiliki rasa sayang terhadap ibu. Sekarang
rasa penyesalan kupun sudah terlambat semua terjadi begitu cepat karna sikap
egois ku ini. Ibu tenanglah disana aku berjanji aku bisa membuat ibu bahagia.
Jika aku memilhat kelangit aku ingin ibu menjadi bintang yang paling terang
dalam malam ku.
#happymotherday
#untuk kalian yang belum kehilangan ibu kalian bahkan jangan
pernah mau kehilangan sosok ibu bagi kalian karena ibu adalah pahlawah kemarin,
hari ini , esok, lusa, dan selamanya.
#cerita hanya fiktif ya buat kalian hormatilah orangtua kalian sesulit apapun mereka, mereka tetap orangtua kalian yang benar-benar menyayangi kalian apa adanya
Bagus ceritanya tp kembangkan lg.
BalasHapussampe terharu aku bacanya :') love you mom :* bintang terindah yang pernah tuhan kirimkan untukku ({})
BalasHapus