Sabtu, 19 Mei 2018

LOVE 28


Dia hanya kiasan masalalu ku yang mungkin hanya meninggalkan sebuah luka lama. Kehadirannya yang sekarang hanya mitos membuat ku seakan tak ingin peduli lagi. Namun suatu saat, dia hadir dalam hidup ku kembali dengan segalanya yang telah berbeda. Untuk apa dia kembali? Untuk menghancurkan kehidupan ku lagi? Aku tidak pernah tau menau apa yang dia inginkan dengan hadirnya dia dihidup ku kembali.

Dia semakin membuat ku tak bisa lupa bahwa rasa cinta ini cukup besar untuknya. Bahkan rasa sayang ini semakin bertambah kuatnya. Tawanya adalah dunia ku dan bahagianya adalah hidup ku. Semua normal sampai suatu saat aku mengetahui niat buruknya pada ku. Dia hanya ingin memanfaatkan demi kebahagiaannya sendiri dan bodohnya diri ku terjebak dalam lubang yang sama secara berulang-ulang. Tangis ku adalah bahagianya bahkan sedih ku adalah tawanya. Dia seakan tak peduli dengan ku dan segalanya tentang diri ku. Dia hanya mengisi kekosongan harinya saat bersama ku namun ketika kekosongan itu tidak lagi ada, akupun juga tidak lagi berada bersamanya.

Segalanya baik-baik saja jika aku sudah tau apa maksudnya beberapa kali ini. Cinta ini membuat ku buta akan segalanya, segalanya yang membuat ku luka. Masih jelas tergambar dalam otak ku bahwa dia mencintai dan rasa cinta itu sama besarnya. Namun entah kenapa semua sirna begitu saja tertinggal luka batin yang semakin menusuk dalam dada.

Aku seakan tak pernah ada dalam hidupnya, aku selalu disiksa dalam duka yang setiap saat membunuh ku. Kau tak pernah mengerti betapa sulitnya aku berjuang memperjuangkan mu. Dulu aku yakin bahwa kau tak akan mengecewakan ku namun sampai aku mengemispun kau tetap tak bersama ku lagi. Aku terus saja menyesali segalanya yang membuat luka ini bertambah besar setiap harinya.
Berhenti berharap dan teruslah berjuang hidup, jika dia tidak bersama mu berarti dia bukan milik mu. Ada sesuatu hal yang meski kita bersikeras memilikinya namun dia tidak bisa kita miliki bukan karna kita tak pantas namun karna sesuatu hal itu bukan kepunyaan kita dan aku mempercayai itu semua. Untuk apa memperjuangkan yang bukan hak kita dan untuk apa bertahan dalam perjuangan orang lain. Aku tetap melanjutkan hidup ku seperti saat sebelum mengenalnya. Tenang damai dan indah dalam sudut pandang manapun.

Saat segalanya telah menjadi biasa seseorang hadir dalam hidup ku. Bukan hanya seorang namun beberapa orang. Mereka sama-sama bersikeras ingin memiliki ku, namun luka ini masih meninggalkan sedikit trauma dalam hidup ku. Sebisa mungkin aku bersikap biasa saja dengan semuanya. Saat aku mencoba menaruh hati ku dengan seseorang segalanya sama saja. Dia memang biasa saja namun meninggalan luka batin yang sama. Rasanya segalanya sia-sia dalam hidup ku, ingin ku membuka lembaran baru dan menutup segala luka dimasa lalu namun yang aku lakukan adalah membongkar luka itu lagi dan lagi.

Untuk mencoba jatuh cinta lagi mungkin sulit sekali untuk ku, lebih baik sediri dalam diam. Namun perjuangannya cukup menyita perhatian ku. Dia diam, tenang dan menarik, awalnya saja dia cukup mengganggu bagi ku. Ingin ku perjuangkan namun apakah luka itu akan kembali? Rasa takut mungkin ada dan setidaknya aku telah berusaha mengubur luka masa lalu itu.

Aku yang tak menginginkannya dibuat jatuh cinta dengan perjuangannya mencintai ku. Dia berjuang seakan yakin bahwa aku memilihnya. Ya, dengan segala usahanya aku mampu menghapus luka ku. Menghapus segalanya yang buruk dalam masalalu ku dan berbahagia selalu bersama. Tangis? Kini tak pernah ada tangis saat bersama. Sedih? Segala kesedihan terusir dengan sendirinya. Aku percaya bahwa apapun keputusan tuhan itu adalah yang terbaik untuk kita meski jalannya tidak selalu lurus. Dia selalu setia menemani ku dan tulus menyayangi ku, bahkan dia relakan sisa waktunya untuk ku. Tertawa bersamanya menjadi prioritas ku. Dan bahagia ku adalah bahagianya juga. Meski dulu jatuh dan terluka adalah jalan hidup ku kini aku tak lagi memusingkan hal itu. Walaupun kata lupa dengan masalalu itu tak ada, karna dia cinta pertama ku dan dia adalah hidup dan mati ku namun bukan berarti aku tidak mencintai orang yang bersama ku kini hanya karena dia adalah masalalu ku yang masih ku cinta. Karena bagi ku dia bukan untuk dilupakan cukup dicintai namun tempatnya bukan dihati lagi melainkan ditempat lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar