Senin, 29 Oktober 2018
Aku takut jatuh cinta kembali
Aku adalah orang yang mungkin bisa dibilang paling beruntung karena memilikinya. Dia adalah laki-laki paling hebat yang bisa sangat sabar dengan tingkah ku. Sudah lama kami saling mengenal dan berbagi tawa. Dia sangatlah mengerti bagamana aku dan semua hal yang bisa membuat ku tersenyum lebar. Kali ini kami mulai merindu, jarak dan perbedaan waktu membuat ku sangat membutuhkannya. Ingin jumpapun tak mampu untuk saat ini. Hanya sebuah tulisan inilah yang dapat aku ucapkan untuk memeluknya. Rasa rindu ini semakin menjadi-jadi. Kami dipisahkan oleh sebuah batasan yang tidak bisa kami tinggalkan. Aku mulai membaur dengan lingkungan baru tanpanya disisi ku. Kami sama-sama memiliki kesibukan masing-masing. Ada seorang laki-laki yang cukup memperhatikan ku saat itu. Membuat ku berdebar dan terus salah tingkah. Apa yang terjadi dengan ku? Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Tuhan apa aku jatuh cinta lagi? Tidak, aku tidak boleh jatuh cinta lagi, cinta ku hanya miliknya dan hanya dia yang boleh memilikinya. Namun aku bosan dengan hubungan jarak jauh ini. Tuhan tolong aku. Waktu berlalu begitu cepat hingga hubungan ku menjadi sebuah hubungan yang kelabu. Dan rekan ku tetap membuat ku jatuh cinta kepadanya. Sejenak aku melepas rindu ku dengan bersamanya. Tak lama setelah ini aku berpikir, apa yang aku lakukan, dia disana menunggu kepulangan ku, sedangkan aku disini malah melupakannya. Dia yang menemani ku disaat aku 0 (nol) tapi apa yang aku lakukan? Aku mulai bimbang dengan apa yang aku lakukan. Dan diapun mulai mengetahui ini semua, dia menjemput ku pulang disitulah kami bertengkar hebat. Untuk pertama kali kami bertengkar begitu hebatnya. Pemicunya hanya satu bukan orang ketiga namun aku yang tak pernah sadar bahwa aku memilikinya. Menyesal? Tentu saja, karena sikap ku aku kehilangannya. Dia mengajak berpisah dan tidak akan mengenal ku lagi. Rasanya aku seperti dipukul dan dihancurkan dalam sekejab. Dia pergi begitu saja meninggalkan air mata. Aku hanya terdiam disetiap tempat bersama siapun. Laki-laki yang membuat semua hancur menghampiri ku dan berkata jangan terlalu diambil hati sekarang kamu dengan siapa untuk apa bersedih. Aku menutup mata dan memeluknya erat. Rasanya aku benar-benar hancur. Semuanya sudah tergambar didepan mata tapi aku malah merobeknya. Sudahlah ini tinggal bekas, sekarang aku tak lagi bersamanya. Suatu waktu aku mulai merindukannya, rindu akan segalanya tentangnya dan kami mulai berhubungan kembali, hingga hubungan baru ku hancur juga. Aku kembali kepadanya dengan segalanya yang sama. Dan kali ini aku tidak ingin melukainya lagi. Karena dia orang paling sabar yang paling aku rindukan. Namun apabila aku mengulanginya lagi? Apakah semuanya akan berakhir lagi. Aku takut akan jatuh cinta kembali. Karena bersamanya selalu aku takut bosan dan melupakannya kembali.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar