BIMBANG
Ini adalah tangga 23 yang ke 30 kalinya, namun aku tak
pernah tahu apakah dia juga merindukan ku layaknya aku merindakan saat ini.
Nama ku adalah Felicia erland floranika aku sering dipanggil flora namun sejak
aku menginjakan diri ku dibangku SMA aku memutuskan untuk dipanggil Felicia.
Kurang lebih sudah hampir 2 bulan aku menjalani kehidupan sendiri. Ya, sebelum
ini aku pernah memiliki pasangan yang benar-benar ingin memiliki apa adanya
aku. Sampai suatu saat konflik terus menerus datang menerpa hubungan kami, awal
pertengkaran kami hanyalah hal yang sepele, sampai aku memutuskan untuk
berpisah dengannya. Rasa sayang dan cinta masih kurasakan saat ini, selama kami
bersama dulu tak pernah sekalipun kami terlihat tak akur dan romantis. Ini
adalah hubungan yang sangat membahagiakan bagi ku namun itu dulu bukan
sekarang. setelah aku berpisah dengannya aku sangat murung dan sangat tertutup
sekali bahkan aku berbuat kasar pada setiap orang. Setiap hari selalu dihiasi
dengan tangisan yang tak kunjung berhenti, teringat masalalu sangat membuat ku
terpukul saat itu. Dan perlahan aku mulai membuka hati ku pada seseorang walau
itu berat aku tetap melakukannya. Mengapa aku harus menangisi orang yang telah
bahagia dengan oranglain tanpa menengok kebelakang untuk melihat ku sedikit
pun. Waktu demi waktu berlalu aku pun mulai kehilangan kontaknya bahkan aku tak
pernah tahu kabarnya. Where is you? I miss you orland so much.
Saat ini dia mulai tergantikan dengan seseorang bahkan
jarang sekali aku menyebut namanya kembali. Rasa sayang memang masih terukir
dalam hati ku, ukiran itu tak pernah tergores ataupun hilang dengan digantikan
orang lain. Nama itu selalu terhias indah dihati ku dan tak seorangpun tahu
tentang keindahan namanya untuk ku. Dinar itulah nama yang saat ini berada
dihati ku selain orland. Awalnya aku berfikir untuk memilikinya karena aku tak
ingin terus menerus sakit hati dan sampai saatnya aku mulai ingin membalas
sesuatu kepada orland. Aku berfikir bahwa aku mampu membuktinya hidup tanpanya
walau entah sampai kapan. Namun semua itu sia-sia aku tetap tak mampu mencintai
dinar layaknya aku mencintai orland. Hidup ku jalani bersama dinar namun hati
ku tetap tertancap nama orland. Sudah sekian lama aku tak pernah mendengan
kabarnya lagi, aku mulai membuka lembaran masalalu ku dulu dengannya rasanya
aku bahagia namun karena aku memutuskan meninggalkannya semua berubah begitu
cepat, aku tak pernah tahu awal mula dia dengan perempuan itu. Setelah aku
meninggalnya aku diberitahu bahwa dia telah memiliki wanita lain. Begitu cepat
dia melupakan aku, bagaikan sehelai benang yang telah rusak dan ditinggalkan.
Rasanya hancur aku melihat semua itu namun apa yang akan ku perbuat jika semua
telah seperti ini. Hanya kenangan yang mampu membuat ku tegar selama hidup
didunia mimpi bersamanya. Aku tahu aku begitu menyakiti perasaan dinar namun hati tak bisa tuk dipaksakan.
Semakin hari sikap ku semakin aneh kepada dinar entah karena
aku sudah tidak memiliki perasaan atau aku masih terbayang masalalu ku yang
begitu indah. Dinar terus saja menghadapi perubahan ku yang begitu pesat. Dia
adalah satu-satunya laki-laki yang mampu menerima segala kekurang ku bahkan dia
tak pernah mengeluh tentang sikap ku. Andai saja semua itu adalah orland yang
melakukannya, mungkin akan lebih indah dunia ku.
Kisah cinta palsu ini aku lakukan terus menerus sandiwara
ini begitu kejam namun apalah daya ku yang tak mampu berbuat apa-apa. Suatu
saat orland mulai menghubungi dan dia mencoba mengetahui keberadaan ku awalnya
aku tak peduli dengan semua itu namun saat dia mulai menghubungi aku lagi, aku
mulai bertanya-tanya dengan semua kelakuannya selama ini sampai membiar ku
menjalani hubungan palsu dengan dinar. Tuhan, kembalikanlah dia pada ku dia
yang sampai saat ini masih ku cintai dan aku juga masih menyayanginya. Aku
sempat berfikir seperti itu namun semua fikiran ku sekilah menghilang dan mulai
memikirnya dinar, apakah kepalsuan ku akan terus berlanjut atau aku harus
mencintai orang yang mungkin juga mencintai ku namun dia juga yang menyakiti
ku. terus terbesit pikiran yang tidak ingin ku pikirkan terus menerus pikiran
itu mulai menggangu pikiran ku. tidak mungkin aku mencintai seseorang yang
hanya terucap dibibir saja, namun tidak mungkin juga aku mencintai seseorang
yang juga pernah menyakiti ku. tuhan, bantu aku saat ini aku tak ingin
menyakiti perasaan ku dan perasaan orang lain. Kebohongan telah ku alami dalam
hubungan ku selama ini apakah aku harus terus melalukan kebohongan ini? Atau
aku berusaha mencintainya? Namun apakah berusaha mencintainya itu semudah
membaliknya telapak tangan? Lantai apakah melupakan orland juga semudah merobek
kertas kenangan? Kertas kenangan saja sudah ku robek namun semua kenangan
tentang orland terus saja menghantui diri ku sampai saat ini? Lalu kepada
siapakah aku harus menyerahkah hati ku ini?
Hari sudah berganti hari namun aku tak kunjung mencintai,
bagaimana cara mencintai dinar layaknya aku mencintai orland. Kehadiran orland
kemarin membuat ku terpukul dan sulit untuk berusaha mencintai dinar. Ada
bayangan yang terus menghantui ku, apakah aku harus melupakan keduanya? Itu
tidak mungkin, melupakan dinar adalah hal yang sangat mudah, namun apakah hal
itu juga berlaku untuk orland semua kenangan mudah terbesit diotak ku. walau
orland sudah berpisah lama dengan ku namun ingatan ini masih sangat jelas
tergambar pada otak ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar