Selasa, 01 Maret 2016

MY STORY


BIMBANG
Ini adalah tangga 23 yang ke 30 kalinya, namun aku tak pernah tahu apakah dia juga merindukan ku layaknya aku merindakan saat ini. Nama ku adalah Felicia erland floranika aku sering dipanggil flora namun sejak aku menginjakan diri ku dibangku SMA aku memutuskan untuk dipanggil Felicia. Kurang lebih sudah hampir 2 bulan aku menjalani kehidupan sendiri. Ya, sebelum ini aku pernah memiliki pasangan yang benar-benar ingin memiliki apa adanya aku. Sampai suatu saat konflik terus menerus datang menerpa hubungan kami, awal pertengkaran kami hanyalah hal yang sepele, sampai aku memutuskan untuk berpisah dengannya. Rasa sayang dan cinta masih kurasakan saat ini, selama kami bersama dulu tak pernah sekalipun kami terlihat tak akur dan romantis. Ini adalah hubungan yang sangat membahagiakan bagi ku namun itu dulu bukan sekarang. setelah aku berpisah dengannya aku sangat murung dan sangat tertutup sekali bahkan aku berbuat kasar pada setiap orang. Setiap hari selalu dihiasi dengan tangisan yang tak kunjung berhenti, teringat masalalu sangat membuat ku terpukul saat itu. Dan perlahan aku mulai membuka hati ku pada seseorang walau itu berat aku tetap melakukannya. Mengapa aku harus menangisi orang yang telah bahagia dengan oranglain tanpa menengok kebelakang untuk melihat ku sedikit pun. Waktu demi waktu berlalu aku pun mulai kehilangan kontaknya bahkan aku tak pernah tahu kabarnya. Where is you? I miss you orland so much.

Saat ini dia mulai tergantikan dengan seseorang bahkan jarang sekali aku menyebut namanya kembali. Rasa sayang memang masih terukir dalam hati ku, ukiran itu tak pernah tergores ataupun hilang dengan digantikan orang lain. Nama itu selalu terhias indah dihati ku dan tak seorangpun tahu tentang keindahan namanya untuk ku. Dinar itulah nama yang saat ini berada dihati ku selain orland. Awalnya aku berfikir untuk memilikinya karena aku tak ingin terus menerus sakit hati dan sampai saatnya aku mulai ingin membalas sesuatu kepada orland. Aku berfikir bahwa aku mampu membuktinya hidup tanpanya walau entah sampai kapan. Namun semua itu sia-sia aku tetap tak mampu mencintai dinar layaknya aku mencintai orland. Hidup ku jalani bersama dinar namun hati ku tetap tertancap nama orland. Sudah sekian lama aku tak pernah mendengan kabarnya lagi, aku mulai membuka lembaran masalalu ku dulu dengannya rasanya aku bahagia namun karena aku memutuskan meninggalkannya semua berubah begitu cepat, aku tak pernah tahu awal mula dia dengan perempuan itu. Setelah aku meninggalnya aku diberitahu bahwa dia telah memiliki wanita lain. Begitu cepat dia melupakan aku, bagaikan sehelai benang yang telah rusak dan ditinggalkan. Rasanya hancur aku melihat semua itu namun apa yang akan ku perbuat jika semua telah seperti ini. Hanya kenangan yang mampu membuat ku tegar selama hidup didunia mimpi bersamanya. Aku tahu aku begitu menyakiti perasaan dinar  namun hati tak bisa tuk dipaksakan.

Semakin hari sikap ku semakin aneh kepada dinar entah karena aku sudah tidak memiliki perasaan atau aku masih terbayang masalalu ku yang begitu indah. Dinar terus saja menghadapi perubahan ku yang begitu pesat. Dia adalah satu-satunya laki-laki yang mampu menerima segala kekurang ku bahkan dia tak pernah mengeluh tentang sikap ku. Andai saja semua itu adalah orland yang melakukannya, mungkin akan lebih indah dunia ku.

Kisah cinta palsu ini aku lakukan terus menerus sandiwara ini begitu kejam namun apalah daya ku yang tak mampu berbuat apa-apa. Suatu saat orland mulai menghubungi dan dia mencoba mengetahui keberadaan ku awalnya aku tak peduli dengan semua itu namun saat dia mulai menghubungi aku lagi, aku mulai bertanya-tanya dengan semua kelakuannya selama ini sampai membiar ku menjalani hubungan palsu dengan dinar. Tuhan, kembalikanlah dia pada ku dia yang sampai saat ini masih ku cintai dan aku juga masih menyayanginya. Aku sempat berfikir seperti itu namun semua fikiran ku sekilah menghilang dan mulai memikirnya dinar, apakah kepalsuan ku akan terus berlanjut atau aku harus mencintai orang yang mungkin juga mencintai ku namun dia juga yang menyakiti ku. terus terbesit pikiran yang tidak ingin ku pikirkan terus menerus pikiran itu mulai menggangu pikiran ku. tidak mungkin aku mencintai seseorang yang hanya terucap dibibir saja, namun tidak mungkin juga aku mencintai seseorang yang juga pernah menyakiti ku. tuhan, bantu aku saat ini aku tak ingin menyakiti perasaan ku dan perasaan orang lain. Kebohongan telah ku alami dalam hubungan ku selama ini apakah aku harus terus melalukan kebohongan ini? Atau aku berusaha mencintainya? Namun apakah berusaha mencintainya itu semudah membaliknya telapak tangan? Lantai apakah melupakan orland juga semudah merobek kertas kenangan? Kertas kenangan saja sudah ku robek namun semua kenangan tentang orland terus saja menghantui diri ku sampai saat ini? Lalu kepada siapakah aku harus menyerahkah hati ku ini?

Hari sudah berganti hari namun aku tak kunjung mencintai, bagaimana cara mencintai dinar layaknya aku mencintai orland. Kehadiran orland kemarin membuat ku terpukul dan sulit untuk berusaha mencintai dinar. Ada bayangan yang terus menghantui ku, apakah aku harus melupakan keduanya? Itu tidak mungkin, melupakan dinar adalah hal yang sangat mudah, namun apakah hal itu juga berlaku untuk orland semua kenangan mudah terbesit diotak ku. walau orland sudah berpisah lama dengan ku namun ingatan ini masih sangat jelas tergambar pada otak ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar