Melupakannya bukan semudah menyobek kertas hitam menjadi
putih. Melupakanya adalah hal yang sangat tidak mungkin bagi ku karena dia
separuh dari hidup hidup. Ya, kenangan bersamanya sangatlah indah walaupun
seiring berjalannya waktu dia menyakiti ku. sampai detik ini aku masih mampu
menyayanginya walau aku tak mampu memilikinya seperti dulu. Sekeras apapun aku
mencoba melupakannya, sekeras itu juga hati ku menjaganya.
Aku pernah menemui seorang laki-laki yang benar-benar mirip
dengannya. ASLAN itulah nama laki-laki itu sekilah dia benar-benar mirip
dengannya. Aku mencoba menjalin hubungan dengannya, waktu cepat berganti perasaan
ku mulai berganti juga. Sepertinya aku mulai jatuh cinta setelah sekian lama
hati ku mati rasa. Hanya satu harapan ku saat ku “ DIA JUGA MEMILIKI RASA YANG
SAMA “ harapan ku semakin besar ketika dia mulai merespons ku.
Wajahnya, hidungnya, rambutnya, bahkan gaya bicaranya
membuat ku semakin teringat pada seseorang dimasalalu ku. entah aku
menyayanginya karena aku benar-benar mengaguminya atau karena aku masih
mencintai sebagian dari masalalu ku. tak ada yang dirahasiakan oleh tuhan,
namun kali ini tuhan menyembunyikan kebenaran dari ku.
Rasa sayang yang awalnya hanya seperti teman sekarang
berubah menjadi rasa yang ingin memiliki satu sama lain. Sikapnya acuh bahkan
lebih acuh dari apapun, namun entah mengapa semakin dia acuh aku semakin ingin
memilikinya. Rasa ku pada masalalu ku mulai berkurang dan separuhnya mulai ku
miliki pada ASLAN. Dia membuat ku seakan mudah melupakan masalalu.
Seperti rasa cinta yang sering ku alami sebelumnya, semakin
aku mendekat semakin dia mulai menjauhi ku. aku tak mengerti apa maksudnya
bersikap seperti itu sempat terpukul karena sikapnya namun dia sudah menjadi
sebagian dalam hidup ku. perlahan tapi pasti aku harus segera melupakan
keduanya karena keduanya belum tentu untuk ku.
Masalalu ku begitu banyak bersamanya ASLANpun tak mampu
menggantikan dirinya dalam hidup ku bahkan tak satupun yang akan bisa. Tak
perlu menyakiti orang cukup bertahan dan melihat betapa bahagianya orang yang
kita cintai bersama dengan orang lain. Sakit? Tentu, lebih baik aku yang
tersakiti dari pada mengorbankan orang lain untuk menutupi rasa sakit ku.
ASLAN memang indah namun dia tak seindah masalalu ku. aku
hanya dapat menunggu keputusan tuhan kali ini. Entah aku diminta untuk tetap
berdiri tegak disini memperjuangkan masalalu
ku atau apa tapi yakin dengan apa yang telah aku lakukan saat ini. Melupakannya
memang sulit bahkan menggantikan dengan oranglain amat sangat sulit, bahkan
dengan makhluk yang sempurna saja aku tak mampu merubah hati ku untuk berhenti
menyayangi dan mencintainya. Berdiri tegak dengan semua angin yang menerpa
sepertinya itu jalan terbaik dari pada aku harus berjuang mencintai seseorang
hanya karena dia memiliki sesuatu yang ku anggap sama dengannya.
Aku hanya ingin bahagia, bahkan aku ingin dia tergantikan
dengan oranglain. Namun apalah daya ku yang tak mampu berhenti untuk
mencintainya. Jika aku melakukan hubungan palsu aku tak mungkin memperoleh
kebahagiaan yang ku dapatkan dengan masalalu ku dulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar