Kamis, 03 Maret 2016

DEPRESI


Ya menurut ku masa yang paling indah adalah masa dimana kita mengawali sebuah arti cinta. Belum lama ini aku teringat sebuah kisah yang dulu selalu mamah ceritakan kepada ku, kisah dimana seorang putri akan selalu hidup bahagia dengan pangeran dan keluarganya. Awalnya aku cukup mempercayai cerita tersebut tapi tidak untuk sekarang. Aku memang belum cukup tahu waktu itu, memang indah jika mengenal cinta terutama jika sudah berada dekat dengan keluarganya. Sejak itulah aku mulai mengerti tentang cinta dengan lawan jenis namun sampai detik ini juga aku belum mengerti apa arti cinta dalam keluarga. Dia adalah ayah bagi ku karena dia begitu menyayangi ku. semua sirna setelah dia meninggalkan ku.

“ Ya udah lebih baik kita putus aja

“ Ok kalau kamu maunya seperti itu, jangan ganggu aku dengan kekasih baru ku kelak

Itulah pesan terakhir yang dia kirim untuk ku, entah ini kesalahan ku atau kesalahnya aku pun tak tahu. Cinta dalam keluarga ku serasa hilang bahkan hati ku seperti mati rasa dan mata ku tak sanggup menahan tangis. Harmonis? Bahkan setelah dia pergi aku berhenti untuk menahan emosi ku, keluarga ku diambang keretakan. Seiring berjalannya waktu aku mulai tak tahan melihat pertengkaran kedua orangtua ku, aku mulai jadi gadis nakal dengan segala meniman keras ditangan ku. sebenarnya ini keluarga atau pertempuran, hal sekecil apapun akan diributkan. Aku mulai mencari dunia ku sendiri, aku mulai benci dengan kehadiran cinta. Keluarga ku hancur dari awal dan mengapa cinta ku harus hancur juga? Aku selalu bertanya-tanya dengan hal itu.

Suatu saat aku pergi dari rumah karena telinga ku mulai bosan mendengan pertengkaran mamah dan papah. Semua barang dilempar keluar rumah, bahkan tetangga yang melihatnya hanya terdiam. Tanpa pikir panjang aku mengambil tas ku dan meningalkan mereka berdua. Aku tak tahu arah tujuan, hanya berbekal tas dan uang aku saat itu. Aku mencoba menghubungi teman-teman ku, dan aku pergi kerumah herlin, dia menyodorkan ku segelas alkohol. Sepontan aku kaget, namun entah apa yang aku pikir aku tetap mengambil gelas itu. Tanpa berkata apapun aku meminum segelas alkohol itu.

                “ ada masalah apa sebenernya? “

Helin melontarkan pertanyaan yang membuat ku berhenti meminum alkohol tersebut, aku hanya menatapnya dengan sinis.

                “ cerita saja kalau ingin cerita, enggak usah liatin aku kayak gitu juga “

Aku mulai bingung  ingin menceritakan semua ini. Antara aku sangat membenci keluarga ku dan aku merindukan sosok ayah dalam hidup ku dulu.

                “ aku enggak tahu mana yang harus ku ceritakan pada mu terlebih dahulu. Aku merindukan dia, dia adalah sosok ayah yang sangat berharga dalam hidup ku, namun semua sirna sejak dia memutuskan hubungan dengan ku, ditambah aku bingung dengan keluarga ku, aku tak pernah melihat keharmonisan ada disisi keluarga ku, aku hanya melihat mereka selalu bertengkar, dan apa? Papah tak pernah mengerti keberadaan ku dirumah itu, aku adalah anaknya, tapi aku tak pernah mendapat kasih sayang darinya, bahkan mamah? Dia seperti tak peduli dengan ku. sebenarnya aku ini apa? Setiap mereka bertengkar aku selalu melihat papah mulai memukul mamah. “

Melihat ku dengan linangan air mata herlin memeluk ku, dia terlihat terenyuh mendengar cerita ku dan dia juga mengusap air mata ku.

                “ ferli aku tahu kamu orangnya memang terlalu tegar sehingga kamu bisa menyembunyikan hal sebesar ini dengan ku. aku adalah satu-satunya teman yang kamu miliki bahkan aku adalah sahabat mu, kamu sudah aku anggap seperti saudara ku sendiri, kenapa kamu baru cerita sekarang? dimanapun kamu berada bersama teman-teman, kamu selalu menampakkan senyum mu, aku juga tak pernah melihat setetes air matapun jatuh dipipi mu, namun kali ini kamu membuat ku bertanya-tanya. Bagaimana kamu bisa menyembunyikan kesedihan ini dibalik senyum mu yang indah itu? “

Air mata terus berjatuhan dipipi ku, aku tak mampu mengucap satu katapun. Hanya terdiam dan terlihat seperti orang kehilangan tujuan hidup. Herlin membiarkan ku terbaring dikamarnya dan baru kali ini aku pergi dari rumah ku sendiri. Selang beberapa saat aku mulai tertidur dengan wajah penuh dengan air mata, terdengar suara ketukan pintu namun aku tak peduli itu siapa mungkin hanya tamunya herlin. Herlin membuka pintu kamarnya, suara pintu itu membuat ku terbangun dari tidur ku. akupun mencoba membuka mata ku, saat aku tersadar yang berada didepan ku adalah mamah ku, aku segera berdiri dan menatapnya.

                “ kenapa kakak enggak pulang? Kakak udah enggak sayang sama mamah? “

Aku hanya mampu terdiam dan menundukan kepala ku, matanya berkaca-kaca setelah menanyai ku seperti itu.

                “ pulang kak, ayo pulang “

                “ enggak mah, aku benci sama papah, papah terus aja nyakitin mamah dan papah juga enggak pernah sayang sama aku, apa lagi mamah, kapan mamah peduli sama aku? “

                “ kalau mamah enggak sayang kamu, ngapain mamah cari kamu sayang, kamu anaknya mamah, sebagai orang tua mamah sangat menyayangi mu, dan tentang papah sejak dulu papah memang seperti itu, mamah bertahan dirumah itu karena mamah mempertahankan anak mamah, bukan karena rasa cinta mamah, sekarang kakak pulang ya? Mamah khawatir sama keadaan kakak, ayo pulang sayang “

                “ buat apa aku pulang kalau sikap papah kayak gitu mah? “

                “ fer bukan aku ikut-ikut ya? Kamu mending pulang aja, kasian mamah kamu udah sampe nangis-nangis gitu mohon-mohon biar kamu pulang “

Setelah perdebatan itu akupun pulang kerumah, dan baru kali ini aku merasakan bahwa mamah benar-benar menyayangi ku. sekarang aku mulai mengerti bagaimana keberadaan cinta dalam keluarga, setidaknya aku masih memiliki mamah yang masih mampu menyayangi ku.

Selang beberapa hari aku melihat mamah bertengkar lagi dengan papah, papah melempari mamah dengan gelas kaca, dan mengusir mamah. Dengan segelas menuman beralkohol aku melupakan kejadian tersebut. Alkohol adalah cara ku melupakan masalah.

Sore ini aku pergi ketempat biasa, dunia luar sedikit mengisi otak ku.

                “ gimana perkembangan rumah fer? “

Herlin menghampiri ku dan menyodorkan ku segelas minuman berakohol, setiap dia memberikan segelas minuman itu aku selalu menatapnya sinis dan mengambil gelas itu.

                “ sebenernya kamu kenapa sih? Tiap ngeliat aku diem kayak gini mesti nyodorin minuman kayak gini dan kamu bahkan enggak minum sama sekali? “

                “ aku cuma pengen kamu jujur aja sama aku, habis kalau bukan gara-gara minuman itu kamu enggak mau jujur sama aku “

                “ sudah ku duga kalau seperti itu, tanpa minuman ini mungkin sekarang aku bisa hidup “

                “ rumah makin kacau her, aku enggak tahu harus gimana lagi, jujur saja aku sudah bosan dengan semua ini “

                “ kamu sabar aja, layaknya mamah mu yang bertahan dirumah itu karena anaknya, kamu juga bertahan dirumah itu Karena mamah mu “

Dengan meneguk air dari gelas yang diberikan herlin aku mulai berfikir kalau tidak ada gunanya juga kalau aku terus menghindar dari rumah itu.

Pagi ini aku tak mendengar ocehan dari siapapun, rasanya tenang dan damai.

                “ fer? “

Merupakan hal baru ketika papah memanggil ku, aku pun menghampirinya. Dia meminta ku untuk membantunya menggeser tempat tidur, namun apapun yang ku lakukan salah dimatanya. Dia memukul ku, bahkan dia juga memaki-maki ku. tetesan air mata membasahi pipi ku lagi, aku mulai tak peduli dengannya dan aku memasuki kamar ku sendiri. Tega-teganya dia melukai darah dagingnya sendiri, sebenarnya ayah macam apa dia itu?! Apakah jika aku mengakhiri hidup ku semua akan selesai? Tak ada lagi cinta lawan jenis yang terus menyakiti ku dan tak ada lagi cinta keluarga yang melukai hati ku.

Pagi buruk ku alami pagi ini, aku hanya terdiam dalam sebuah forum kecil-kecilan ini. Sosok dia hadir didepan ku, entah aku hanya berhayal tentang dia namun semuanya tanpak nyata.

                “ kamu sekarang bau alkohol fer “

Aku kaget dengan hayal ku, dan aku mulai tersadar bahwa yang ku lihat benar-benar dia bukan hayalan.

                “ kamu “

                “ iya ini aku, gimana kabar kamu? Kayaknya buruk ya? Gimana kabar keluarga? “

                “ keluarga ku hancur “

                “ jangan sedih ya, kamu bisa cerita sama aku kok “

Setalah pertemuan itu aku mulai sering berhubungan dengannya, kenangan demi kenanangan mulai bermunculan, rasanya cinta ku kembali, saat bersamanya sejenak aku melupakan masalah yang ada dikeluarga ku. bunga bertebaran lagi dihati ku, badai mulai berganti pelangi dan aku sangat bahagia.

                “ sejak kapan kamu mulai mengomsumsi alkohol fer? Kok sekarang kalau ketemu aku wangi mu bukan alkohol lagi? “

                “ sejak kamu ninggalin aku dan aku mulai kehilangan sosok ayah dalam hidup ku, dan sejak itu juga keluarga ku mulai diambang keretakan “

                “ maafin aku ya? “

                “ enggak usah minta maaf, kamu enggak salah kok “

Kurang lebih 1 minggu aku mulai berhubungan lagi dengannya, aku pikir dia kembali benar-benar untuk ku, ternyata dia hanya mengisi waktu luangnya saja. Aku melihatnya bersama wanita lain, awalnya aku sama sekali tak curiga namun semakin hari dia semakin berubah dan hari berikutnya aku melihatnya memeluk dan mencium kening wanita yang sama seperti yang ku lihat kemarin. Hati ku kembali hancur, aku yang telah rela berubah untuknya namun dia menyakiti ku lagi, apa sebenernya salah ku dalam dunia ini? Bukan dihubungan ku namun juga dikeluarga ku.

Pipi ku mulai basah kembali kali ini ku habiskan hari ku dikamar sambil meminum gelasan air alkohol, ku lakukan ini terus menerus, aku tak pernah lagi keluar kamar ataupun keluar rumah. Sampai saatnya mamah mulai curiga dengan kamar ku. mamah memasuki kamar ku sambil membawakan sarapan ku.

                “ fer? “

Aku hanya duduk disudut kamar ku dengan mata mulai membiru dan tangan memegang botol alkohol.

                “ ferli? Kamu kenapa sayang? Kamu minum terlalu banyak nak “

Dengan keadaan setengah sadar aku mencoba berdiri. Aku melembar botol kaca yang ada ditangan ku kearah cermin dimeja rias ku.

                “ mah, aku ingin keadilan, mana keadilan ku yang dulu mah! Aku benci keluarga ini mah! Aku benci cinta mah “

                “ siapa lagi yang menyakiti kamu? Papah? Atau laki-laki itu lagi sayang? Bilang sama mamah jangan bikin mamah khawatir seperti ini sayang “

Tanpa melihat mamah yang menangis dihadapan ku, aku merai pecahan kaca. Dengan sadar aku berjalan dan menginjak pecahan-pecahan kaca yang lain. Mamah terus saja menangis ku, dank u goreskan kaca yang ku ambil kepergelangan tangan ku.

                “ FERLI!!! “

Mamah berteriak sambil berlari menghampiri tubuh ku yang hampir terjatuh kelantai. Mungkin kaki mamah juga terluka layaknya aku, mamah sangatlah menyayangi, dia adalah makhluk tuhan yang paling berharga namun aku juga manusia, aku juga punya puncak kejenuhan untuk hidup dalam keluarga yang tidak harmonis dan terlalu sakit untuk menjalin hubungan cinta dengannya.

Aku dilarikan dirumah rumah sakit, namun tuhan tidak menghendaki keinginan orang tua ku. aku akan pergi selamanya, mamah jaga diri ya? Setelah aku pergi aku ingin mamah selalu bahagia bersama papah. Maafin ferli belum mampu membahagiakan mamah, dan untuk kamu semoga kamu bahagia dan jangan pernah lupakan orang paling berharga dalam hidup mu.

Rabu, 02 Maret 2016

LAGU FAVORIT KU



SEPANJANG HIDUP KU [PILOT]

dengan dirimu kini ku bahagia
tak henti kau berbagi canda tawa
hilangkan gairah lelah hatiku
hadirmu mengubah arti hidupku

jadikan aku tawanan cintamu
ku serahkan seluruhnya untukmu
ku penuhi semua yang kau inginkan
tiada yang penting selain dirimu

sepanjang hidupku hanya ingin bersamamu
di setiap waktu, di setiap waktu
sepanjang hidupku tak ku relakan dirimu
tuk tinggalkan aku, tuk tinggalkan aku

sejuk kasihmu sampai ke tulangku
hingga detak jantungku kan berhenti
senyum manismu sinari hatiku
tulus setia cintaku hanya untukmu

sepanjang hidupku hanya ingin bersamamu
di setiap waktu, di setiap waktu
sepanjang hidupku tak ku relakan dirimu
tuk tinggalkan aku, tuk tinggalkan aku

sepanjang hidupku hanya ingin bersamamu
di setiap waktu, di setiap waktu
sepanjang hidupku tak ku relakan dirimu
tuk tinggalkan aku, tuk tinggalkan aku

sepanjang hidupku hanya ingin bersamamu
di setiap waktu, di setiap waktu
sepanjang hidupku tak ku relakan dirimu
tuk tinggalkan aku, tuk tinggalkan aku





KEMBALILAH PADA KU [RIZKI RIDHO]

ku mencintaimu apa adanya
ku menyayangimu setulus hatiku
inikah janji yang kita ucapkan dulu
jangan kau nodai cintaku

kini kau pergi tinggalkan aku
kini ku masih menunggumu

apakah salahku, apakah dosaku
kau berbuat semaumu, kau tak pedulikan aku
inikah janji-janjimu membuat sakit hatiku
ku mohon sayang ku tak ingin kau pergi

apakah salahku, apakah dosaku
kau berbuat semaumu, kau tak pedulikan aku
inikah janji-janjimu membuat sakit hatiku
ku mohon sayang ku tak ingin kau pergi

kini kau pergi tinggalkan aku
kini ku masih menunggumu

apakah salahku, apakah dosaku
kau berbuat semaumu, kau tak pedulikan aku
inikah janji-janjimu membuat sakit hatiku
ku mohon sayang ku tak ingin kau pergi

apakah salahku, apakah dosaku
kau berbuat semaumu, kau tak pedulikan aku
inikah janji-janjimu membuat sakit hatiku
ku mohon sayang ku tak ingin kau pergi
ku mohon sayang ku tak ingin kau pergi



7 SAMUDERA [GAMMA 1]

Sudah tujuh samudera ku arungi bersama dengan dirimu
Merangkai hidup dengan suka duka
Sangat tak bisa ku pahami dan mengerti yang terjadi kini
Kau menjauh dan pergi tinggalkanku

Hadirmu akan menjadi cerita terindah
Selama hidup dan matiku
Walaupun harus aku meninggalkan dirimu
Tapi kau masih tersimpan di hatiku

Sangat tak bisa ku pahami dan mengerti yang terjadi kini
Kau menjauh dan pergi tinggalkanku
Namun tak bisa ku ingkari, ku sangat mengharapkan dirimu
Walau sulit tuk ku pahami cintamu sayangmu kepadaku

(Hadirmu akan menjadi cerita terindah
Sepanjang hidup dan matiku
Walaupun harus aku meninggalkan dirimu
Tapi kau masih tersimpan di hatiku)

Hadirmu akan menjadi cerita terindah
Selama hidup dan matiku
Walaupun harus aku meninggalkan dirimu
Tapi kau masih tersimpan di hatiku

Sudah tujuh samudera ku arungi bersama dengan dirimu

MASALALU KU


Melupakannya bukan semudah menyobek kertas hitam menjadi putih. Melupakanya adalah hal yang sangat tidak mungkin bagi ku karena dia separuh dari hidup hidup. Ya, kenangan bersamanya sangatlah indah walaupun seiring berjalannya waktu dia menyakiti ku. sampai detik ini aku masih mampu menyayanginya walau aku tak mampu memilikinya seperti dulu. Sekeras apapun aku mencoba melupakannya, sekeras itu juga hati ku menjaganya.

Aku pernah menemui seorang laki-laki yang benar-benar mirip dengannya. ASLAN itulah nama laki-laki itu sekilah dia benar-benar mirip dengannya. Aku mencoba menjalin hubungan dengannya, waktu cepat berganti perasaan ku mulai berganti juga. Sepertinya aku mulai jatuh cinta setelah sekian lama hati ku mati rasa. Hanya satu harapan ku saat ku “ DIA JUGA MEMILIKI RASA YANG SAMA “ harapan ku semakin besar ketika dia mulai merespons ku.

Wajahnya, hidungnya, rambutnya, bahkan gaya bicaranya membuat ku semakin teringat pada seseorang dimasalalu ku. entah aku menyayanginya karena aku benar-benar mengaguminya atau karena aku masih mencintai sebagian dari masalalu ku. tak ada yang dirahasiakan oleh tuhan, namun kali ini tuhan menyembunyikan kebenaran dari ku.

Rasa sayang yang awalnya hanya seperti teman sekarang berubah menjadi rasa yang ingin memiliki satu sama lain. Sikapnya acuh bahkan lebih acuh dari apapun, namun entah mengapa semakin dia acuh aku semakin ingin memilikinya. Rasa ku pada masalalu ku mulai berkurang dan separuhnya mulai ku miliki pada ASLAN. Dia membuat ku seakan mudah melupakan masalalu.

Seperti rasa cinta yang sering ku alami sebelumnya, semakin aku mendekat semakin dia mulai menjauhi ku. aku tak mengerti apa maksudnya bersikap seperti itu sempat terpukul karena sikapnya namun dia sudah menjadi sebagian dalam hidup ku. perlahan tapi pasti aku harus segera melupakan keduanya karena keduanya belum tentu untuk ku.

Masalalu ku begitu banyak bersamanya ASLANpun tak mampu menggantikan dirinya dalam hidup ku bahkan tak satupun yang akan bisa. Tak perlu menyakiti orang cukup bertahan dan melihat betapa bahagianya orang yang kita cintai bersama dengan orang lain. Sakit? Tentu, lebih baik aku yang tersakiti dari pada mengorbankan orang lain untuk menutupi rasa sakit ku.

ASLAN memang indah namun dia tak seindah masalalu ku. aku hanya dapat menunggu keputusan tuhan kali ini. Entah aku diminta untuk tetap berdiri tegak disini  memperjuangkan masalalu ku atau apa tapi yakin dengan apa yang telah aku lakukan saat ini. Melupakannya memang sulit bahkan menggantikan dengan oranglain amat sangat sulit, bahkan dengan makhluk yang sempurna saja aku tak mampu merubah hati ku untuk berhenti menyayangi dan mencintainya. Berdiri tegak dengan semua angin yang menerpa sepertinya itu jalan terbaik dari pada aku harus berjuang mencintai seseorang hanya karena dia memiliki sesuatu yang ku anggap sama dengannya.

Aku hanya ingin bahagia, bahkan aku ingin dia tergantikan dengan oranglain. Namun apalah daya ku yang tak mampu berhenti untuk mencintainya. Jika aku melakukan hubungan palsu aku tak mungkin memperoleh kebahagiaan yang ku dapatkan dengan masalalu ku dulu.

Selasa, 01 Maret 2016

MY STORY


BIMBANG
Ini adalah tangga 23 yang ke 30 kalinya, namun aku tak pernah tahu apakah dia juga merindukan ku layaknya aku merindakan saat ini. Nama ku adalah Felicia erland floranika aku sering dipanggil flora namun sejak aku menginjakan diri ku dibangku SMA aku memutuskan untuk dipanggil Felicia. Kurang lebih sudah hampir 2 bulan aku menjalani kehidupan sendiri. Ya, sebelum ini aku pernah memiliki pasangan yang benar-benar ingin memiliki apa adanya aku. Sampai suatu saat konflik terus menerus datang menerpa hubungan kami, awal pertengkaran kami hanyalah hal yang sepele, sampai aku memutuskan untuk berpisah dengannya. Rasa sayang dan cinta masih kurasakan saat ini, selama kami bersama dulu tak pernah sekalipun kami terlihat tak akur dan romantis. Ini adalah hubungan yang sangat membahagiakan bagi ku namun itu dulu bukan sekarang. setelah aku berpisah dengannya aku sangat murung dan sangat tertutup sekali bahkan aku berbuat kasar pada setiap orang. Setiap hari selalu dihiasi dengan tangisan yang tak kunjung berhenti, teringat masalalu sangat membuat ku terpukul saat itu. Dan perlahan aku mulai membuka hati ku pada seseorang walau itu berat aku tetap melakukannya. Mengapa aku harus menangisi orang yang telah bahagia dengan oranglain tanpa menengok kebelakang untuk melihat ku sedikit pun. Waktu demi waktu berlalu aku pun mulai kehilangan kontaknya bahkan aku tak pernah tahu kabarnya. Where is you? I miss you orland so much.

Saat ini dia mulai tergantikan dengan seseorang bahkan jarang sekali aku menyebut namanya kembali. Rasa sayang memang masih terukir dalam hati ku, ukiran itu tak pernah tergores ataupun hilang dengan digantikan orang lain. Nama itu selalu terhias indah dihati ku dan tak seorangpun tahu tentang keindahan namanya untuk ku. Dinar itulah nama yang saat ini berada dihati ku selain orland. Awalnya aku berfikir untuk memilikinya karena aku tak ingin terus menerus sakit hati dan sampai saatnya aku mulai ingin membalas sesuatu kepada orland. Aku berfikir bahwa aku mampu membuktinya hidup tanpanya walau entah sampai kapan. Namun semua itu sia-sia aku tetap tak mampu mencintai dinar layaknya aku mencintai orland. Hidup ku jalani bersama dinar namun hati ku tetap tertancap nama orland. Sudah sekian lama aku tak pernah mendengan kabarnya lagi, aku mulai membuka lembaran masalalu ku dulu dengannya rasanya aku bahagia namun karena aku memutuskan meninggalkannya semua berubah begitu cepat, aku tak pernah tahu awal mula dia dengan perempuan itu. Setelah aku meninggalnya aku diberitahu bahwa dia telah memiliki wanita lain. Begitu cepat dia melupakan aku, bagaikan sehelai benang yang telah rusak dan ditinggalkan. Rasanya hancur aku melihat semua itu namun apa yang akan ku perbuat jika semua telah seperti ini. Hanya kenangan yang mampu membuat ku tegar selama hidup didunia mimpi bersamanya. Aku tahu aku begitu menyakiti perasaan dinar  namun hati tak bisa tuk dipaksakan.

Semakin hari sikap ku semakin aneh kepada dinar entah karena aku sudah tidak memiliki perasaan atau aku masih terbayang masalalu ku yang begitu indah. Dinar terus saja menghadapi perubahan ku yang begitu pesat. Dia adalah satu-satunya laki-laki yang mampu menerima segala kekurang ku bahkan dia tak pernah mengeluh tentang sikap ku. Andai saja semua itu adalah orland yang melakukannya, mungkin akan lebih indah dunia ku.

Kisah cinta palsu ini aku lakukan terus menerus sandiwara ini begitu kejam namun apalah daya ku yang tak mampu berbuat apa-apa. Suatu saat orland mulai menghubungi dan dia mencoba mengetahui keberadaan ku awalnya aku tak peduli dengan semua itu namun saat dia mulai menghubungi aku lagi, aku mulai bertanya-tanya dengan semua kelakuannya selama ini sampai membiar ku menjalani hubungan palsu dengan dinar. Tuhan, kembalikanlah dia pada ku dia yang sampai saat ini masih ku cintai dan aku juga masih menyayanginya. Aku sempat berfikir seperti itu namun semua fikiran ku sekilah menghilang dan mulai memikirnya dinar, apakah kepalsuan ku akan terus berlanjut atau aku harus mencintai orang yang mungkin juga mencintai ku namun dia juga yang menyakiti ku. terus terbesit pikiran yang tidak ingin ku pikirkan terus menerus pikiran itu mulai menggangu pikiran ku. tidak mungkin aku mencintai seseorang yang hanya terucap dibibir saja, namun tidak mungkin juga aku mencintai seseorang yang juga pernah menyakiti ku. tuhan, bantu aku saat ini aku tak ingin menyakiti perasaan ku dan perasaan orang lain. Kebohongan telah ku alami dalam hubungan ku selama ini apakah aku harus terus melalukan kebohongan ini? Atau aku berusaha mencintainya? Namun apakah berusaha mencintainya itu semudah membaliknya telapak tangan? Lantai apakah melupakan orland juga semudah merobek kertas kenangan? Kertas kenangan saja sudah ku robek namun semua kenangan tentang orland terus saja menghantui diri ku sampai saat ini? Lalu kepada siapakah aku harus menyerahkah hati ku ini?

Hari sudah berganti hari namun aku tak kunjung mencintai, bagaimana cara mencintai dinar layaknya aku mencintai orland. Kehadiran orland kemarin membuat ku terpukul dan sulit untuk berusaha mencintai dinar. Ada bayangan yang terus menghantui ku, apakah aku harus melupakan keduanya? Itu tidak mungkin, melupakan dinar adalah hal yang sangat mudah, namun apakah hal itu juga berlaku untuk orland semua kenangan mudah terbesit diotak ku. walau orland sudah berpisah lama dengan ku namun ingatan ini masih sangat jelas tergambar pada otak ku.