Minggu, 20 Februari 2022

AMNESIA

 Aku telah lama menantinya, entah sedari kapan sampai akupun tidak bisa mengingatnya. Satu dua atau bahkan tiga tahun waktu yang ku habiskan untuk menunggunya. Namun sampai detik inipun kabar tak kunjung dia berikan, hanyalah tersisa keputus asaan saja. Aku Claudia, lebih tepatnya Tania Rindu Claudia. Akan aku ceritakan sedikit pahitnya kehidupan ku, aku dan dia adalah sebuah untaian bunga yang terlihat sangat indah ketika merekah namun sejak kepergiannya mungkin untaian itu telah layu semata. Dia meninggalkan ku demi mengurus pendidikannya dan pergi juga meninggalkan sebuah cerita lara. Aku tidak pernah tau bagaimana rupanya, keadaannya, bahkan kabar akan kesehatannya, yang ku tau kini hanyalah aku yang menanti akan kepulangannya. Sebuah penantian yang tiada habisnya, menunggu dan terus menunggu. Dia adalah tunangan ku Leo, harusnya tepat ditahun ini dia berjanji akan melamarku dan ditahun ini pula dia menjanjikan sebuah pernikahan.

Setiap hari aku hanya mengisi hari-hari ku dengan rutinitas tidak penting, yang terpenting adalah ketika aku pulang bekerja dan menatap layar laptop ku untuk menantikan kabar akan dirinya melalui email.

hai kekasih? apa kabar mu? apakah kamu baik-baik saja?

hai kekasih? hari ini seperti biasanya aku bekerja dan pulang tepat waktu untuk menantikan email mu

hai kekasih? sehatkah? bagaimana pendidikan mu? sepertinya baik-baik saja

hai kekasih? aku sadar jarak memang menghalangi segala, tapi setitik kabar saja apa tak bisa?

hai kekasih? sudah 2 tahun lebih kapan kamu pulang?

hai kekasih? selamat hari jadi sayang ku

hai kekasih? aku rindu

Ya, begitulah keseharian ku setelah pulang bekerja. Aku tak pernah menghabiskan waktu bersama rekan kerja ku karna bagiku balasan email darinya sangatlah penting. Aku sadar banyak orang disekelilingku yang sangat menyayangi ku layaknya Leo namun aku tak bisa berbuat apapun karna hanya Leolah yang aku inginkan. Rehan, dia adalah rekan kerja ku, saat aku merasa putus asa akan kabarnya rehan yang selalu ada disisi ku, bahkan dia juga tau bagaimana aku berjuang mati-matian hanya untuk Leo, namun tak sedikitpun rasa goyah untuk tetap memperhatikan ku.

Tepat 25 Januari aku pergi kebandara untuk melakukan tugas keluar kota bersama rehan, tepat disitu juga aku melihat Leo, ya Leo tunangan ku dan itu benar-benar dia bersama wanita yang mirip sekali dengan ku. Antara kecewa, terluka, dan bahagia, aku sangat bahagia tau bahwa dirinya baik-baik saja, namun aku kecewa dan terluka karena melihatnya bersama wanita lain yang jelas-jelas aku adalah tunangannya. Aku berlari menghampirinya sembari menyeka air mata ku, aku tidak peduli dia bersama siapa karna aku sangat ingin memeluknya. Aku terpaku dihadapannya, aku memeluk erat tubuhnya engan aku lepaskan, namun tak pernah ku sangka dia benar-benar mengacuhkan ku dan terlihat sangat kebingungan karna yang berada dihadapan dan disampingnya adalah wanita yang amat sangat mirip.

" kamu siapa? kenapa mirip sekali dengan istri ku? "

Apa? apa yang dia bilang? istri? yang jelas-jelas mirip dengan ku? lantas aku ini siapa? aku seketika dibuat heran atas pertanyaannya itu. Wanita yang bersama lanas menarik ku dan mengajak ku menjauh darinya.

" kami sudah menikah Claudia "

" lantas bagaimana kamu bisa bersamanya? dan kenapa kita sangatlah mirip? "

" aku adalah kamu dan kamu adalah aku "

aku terdiam sejenak dan manatapnya keheranan

" aku Clausia, Tania Rindu Clausia dan aku adalah saudara kembar mu "

" saudara kembar? "

" ketika kamu berpisah dari Leo dibandara kamu mengalami kecelakaan dan sebagian ingatan mu dimasalalu menghilang, termasuk ingatan mu tentang ku. Saat itu aku baru pulang kuliah diluar kota saat itu pula aku mengetahui betapa indahnya kisah cinta mu dan aku berniat menggantikan posisi mu karna aku sangat menginginkan kehidupan mu "

" kenapa kamu lakukan itu? lalu kenapa dia tidak bisa mengingatku? "

" karena yang dia tau aku adalah kamu, sudahlah lebih baik kamu lupakan dia, kami sudah menikah dan sebentar lagi kami akan memiliki anak "

kata-katanya benar-benar menusuk hati ku, seketika itu pula aku pingsan dipelukan Reihan. Aku tidak habis pikir bagaimana ini bisa terjadi kepada ku? kenapa ingatan tentang saudara ku tidak bisa aku ingat sama sekali. AKu benar-benar terpuruk seakan nyawa ku diambil begitu saja. Aku terbangun sembari meneteskan air mata.

" Clau kamu sudah sadar? "

" aku mau pulang "

" baik, aku akan bicara dengan bos agar kita bisa pulang "

Sejak kejadian itu aku meminta untuk cuti karena aku tak bisa bekerja dengan keadaan seperti ini. Dan benar saja Raihan selalu berada disamping ku, dia tidak pernah meninggalkan ku sedetik saja, dia memeluk erat tubuh ku seakan melindungi ku dari apapun yang membahayakan diriku. Andai aku tau sedari dulu aku tidak akan menunggu selama ini.

" lebih baik kamu beristirahat dan minumlah obat mu "

" terimakasih atas segalanya han, aku sangat bersyukur masih memiliki mu "

Dia hanya membalasku dengan senyuman dan pamit pulang. Aku kini hanya bisa termenung meratapi bagaimana nasib ku tanpanya kini yang pada kenyataannya tunangan ku menikahi saudara kembar ku dan tidak menyadari bahwa dia meninggalkan ku sendiri tanpa siapapun sekarang. Setelah merasa tenang dan istirahat beberapa hari aku memutuskan untuk melanjutkan hidup ku, bekerja dan mungkin akan menghabiskan waktu-waktu ku bersama rekan kerja ku tanpa menatap laptop ku mengharap balasan email dari seseorang yang jelas-jelas sudah memiliki istri. Seperti biasa Reihan adalah orang pertama yang selalu menyapa ku dikantor.

" are you oke? "

" i'am fine, its oke han "

Reihan memanglah laki-laki yang sangat diimpikan semua wanita tapi aku tidak mungkin memanfaatkan kedekatannya dengan ku hanya demi pelampiasan. Pulang kerja aku putuskan untuk menemui Leo dan mungkin aku akan meminta sedikit penjelasannya. Tentu saja Raihan bersikeras untuk mengantar ku namun aku abaikan.

" its oke han, aku gapapa sendiri "

" aku tau kamu selalu begitu, kalau memang ada apa-apa kamu tau siapa yang harus kamu hubungi "

Ya, dan aku kerumah Leo sendiri menguatkan hati dan juga jiwa ku. Aku melihatnya bersama saudara kembar ku yang sangat bahagia, tertawa bersama tanpa diselimuti beban pikiran tentang keberadaan ku.

" Leo? boleh aku bicara "

" Kamu saudara kembara Clausia ya "

Benar saja dia tidak mengingat ku.

" maaf aku tidak mengenali mu saat dibandara, Clausia sudah mengatakan pada ku bahwa kamu kehilangan tunangan mu saat dia pergi pendidikan, aku juga kecelakaan pada saat itu "

Jadi sebenarnya siapa yang kecelakaan, kenapa aku tidak bisa mengingat apapun.

" Dia aku ambilkan minum ya, mengobrol lah dengan suami ku "

Dia begitu jelas mengatakan suaminya. Bedebah satu ini menyebut tunanganku adalah suaminya, yang benar saja. Mungkin hanya sabar yang bisa aku lakukan saat ini.

" kamu benar-benar tidak mengingatku? "

" aku berusaha tetapi tetap saja aku tidak bisa mengingat mu, aku amnesia saat kecelakaan itu "

" bisakah kamu ceritakan apa yang terjadi? "

" tentu saja, saat aku akan ke canada aku menunggu travel ku saat itu, terakhir ingatan aku melihat seorang gadis yang merupakan tunangan ku tetapi ingatan ku samar-samar, turun dari pesawat saat aku menunggu jemputan aku ditabrak mobil dan aku tak mengerti apapun ingatan ku hilang begitu saja. Saat aku terbangun sia sudah ada disamping ku bahkan aku tidak tau kalau dia adalah tunangan ku, yang aku herankan nama sia tidak ada dalam kontak HP ku dan nama mulah yang ada dalam setiap tulisan dalam hidup ku sebelumnya, kata sia kamu adalah saudara kembarnya yang juga kecelakaan saat berpisah dibandara dengan kekasih mu "

" jadi kita kecelakaan bersama saat itu? "

" mungkin iya dan mungkin tidak karna aku tak mengingat apapun, sia sudah menjelaskan bahwa dirinya menyusulku karena dirimu "

" apakah ingatan mu benar-benar hilang? "

" sejak kecelakaan itu semua akses dipegang sia jadi aku tak mengerti apapun "

" apa mungkin sia yang menerima email ku? "

" aku tidak ingat apapun tentang email yang jelas sejak dicanada bersama sia email, nomer HP sia ganti "

Aku semakin tak mengerti apa yang terjadi sebenarnya, siapa yang harus aku percaya dan mengapa ini semua bisa terjadi kepada ku.

" Dia bisakah ikut bersama ku sebentar "

Sepertinya sia ingin menjelaskan sesuatu, karena ku mulai dikelilingi rasa kecewa dan juga penasaran.

" apakah kau akan mempercayai ku? "

" bagaimana aku bisa percaya kalau saudara kembar ku sendiri yang merebut tunangan ku? "

" sebenarnya kalian sama-sama kecelakaan saat itu dan aku mencuri identitas mu sebagai Claudia untuk terbang kecanada, namun tanpa aku sadari Leo sudah berada dirumah sakit saat itu dan aku mencoba menggantikan mu, awalnya aku tidak ingin merebut Leo dari mu, namun apalah daya ku terlalu lama bersama membuat ambisi ku memilikinya meningkat, bisakah kamu merelakan dia untuk ku Dia? "

" rela atau tidak dia sudah menjadi milik mu sekarang aku tak memiliki hak apapun meskipun sebagai tunagannya ataupun Claudia yang asli "

" maafkan aku Dia, aku sama sekali tidak ingin menyakiti mu karena pada saat itu kalian sama-sama kehilangan ingatan disama lalu dn menurut ku inilah kesempatan ku untuk menjadi dirimu, sekali aku mohon kepada mu relakan Leo untuk ku dan menjauhlah dari kehidupan kami agar ingatan tentang mu tak kembali, aku mohon "

" baiklah aku akan menjauh dari kalian tetapi ini semua aku lakukan demi anak kalian bukan karena kau saudara ku ataupun dia sebagai tunangan ku "

Ini adalah kali terakhir aku mengunjungi rumah tunangan ku dan si pengkhianat itu, aku akan mencoba merelakan dan melupakan apa yang telah terjadi saat ini, baik aku dan Leo tertinggal hanyalah kenangan semata saja. Sudah hampir 1 minggu aku meratapi keseharian ku yang semakin berubah, dan Reihan pun menyadari akan hal itu.

" are you oke Clau? "

" I dont know han, but I think I'am oke "

" and than? "

" but I think I dont forget them han "

" ayolah ini bukanlah Claudia yang aku kenal, percayalah kamu bisa melewati ini semua, baik dengan atau tanpanya "

" sudah 1 minggu semua berlalu begitu cepat han, tapi tetap saja ingatan yang hilang itu tak bisa kembali dan Leo juga tak mungkin kembali "

" sepulang kerja ikutlah dengan ku "

Entah apa maunya dan akan dibawa kemana, untuk saat ini hanya dia yang mampu menenangkan ku. Waktu menunjukkan pukul 17.00 dia menggandeng tangan ku dan membawa ku masuk kemobilnya. Aku hanya terdiam tanpa sepatah katapun, aku sadar Raihan menatap ku namun aku tak ingin mengecewakannya untuk saat ini.

" kamu ingat tempat ini? "

Dia membawa ku dibekas kecelakaan yang membuat ku kehilangan segalanya. Disana tiba-tiba saja aku mengingat segalanya Clausia, Leo, Reihan aku mengingatnya. Siapa pengkhianat dan siapa yang dikhianati, aku mengingat segalanya.

" thanks han, kamu sudah menyadarkan ku akan segalanya "

" jangan buang air mata mu demi orang yang tak pernah menghargai mu oke? "

Aku menangis dalam pelukannya, aku tersadar akan apa yang menimpa ku beberapa tahun. Aku teringat segalanya, segalanya yang membuat ku seperti saat ini, Leo memang tunangan ku namun selama ini dia mengkhianati ku dengan berselingkuh dengan saudara kembar ku, aku mengingat setiap detailnya dia kebandara bersama Clausia dan aku mengendarai mobil seusai kebandara dengan kecepatan penuh sehingga kecelakaan itu terjadi. Raihanlah yang menyelamatkan ku, dia yang pertama kali melihat ku terluka begitu parah dan kehilangan ingatan buruk ku, dia yang benar-benar melindungiku sampai saat ini. Aku percaya bahwa dia sangat menyayangi ku untuk kemarin, hari ini, lusa dan seterusnya.

Setelah aku habiskan air mata ku, aku memutuskan untuk melupakan kehidupan semu ku dan membuka lembaran baru bersama Raihan. Raihan yang ada bersama ku, dia malaikat pelindung ku serta kekasih yang akan menjaga ku selamanya. Percayalah dibalik seseorang yang mengkhiati mu akan ada orang baik yang selalu melindungi mu. Meskipun itu sulit untuk ku jalani aku akan tetap kuat bersama Raihan. Setelah ini tak akan ada air mata kesedihan lagi melaikan hanya kebahagiaan.

Senin, 20 Desember 2021

Jika ada 2 pilihan kenapa tidak mencoba pilihan kedua?

 Hai, ini dia kisah ku..

Aku renata raflesia, awal kisah ku biasa saja sejak aku memutuskan untuk kuliah disalah satu kota tetangga semua kisah ku berubah. Aku memilih LDR dari kekasih ku karna alasan cita-cita, tak banyak yang tau kami telah bertunangan. Ya dan disinilah aku, Yogyakarta, kota nyaman dengan 1000 mahasiswa dari seluruh nusantara, dia salah satunya. Reoslan Ananta mahasiswa dari kota Solo yang sedikit membuat ku memperhatikannya, dia laki-laki yang biasa saja awal pertemuan ku dengannya juga biasa saja namun tak pernah ku sangka aku memilih jurusan dan kelas yang sama persis dengannya, jurusan bahasa. Tepatnya hari kedua setelah kami bertemu dia memperhatikan ku, aku hanya meresponnya biasa saja seperti layaknya semua laki-laki dikelas, karna posisi ku bukan lagi perempuan single, aku sudah memiliki tunangan yang jauh disana. Kami mulai menghabiskan waktu bersama karna beberapa hal, sampai dia mengatakan bahkan dia mencintai ku. Dengan bodohnya aku bisa membuatnya jatuh cinta kepada ku. Aku diterpa kebingungan bagaimana cara ku menyampaikan kepadanya bahwa aku sudah bertunangan? Aku menjauh darinya, sengaja menghindarinya, bahkan mencoba menghilang darinya. Tetapi tanpa aku tau dia telah menyiapkan sebuah kejutan sederhana untuk ku. Dia memberi ku sebuah buket bunga untuk menyatakan perasaannya kepada ku. Dihadapan semua orang dia mengatakan bahwa dia ingin menjadi kekasih ku, kali ini aku benar-benar tidak bisa menolaknya dengan terpaksa aku menerima perasaannya. Hari ku selalu dipenuhi dengan senyumannya, sampai dia melihat cincin yang melingkar dijari ku. Ya, aku tidak bisa berbohong lagi, dia harus tau segalanya tentang aku. Bukan hanya latar belakang kehidupan ku tetapi semua kisah cinta ku. Aku mulai jujur bahwa aku sudah bertunangan, awalnya aku pikir dia akan marah mengetahui tentang ini semua tetapi tidak peduli sama sekali. Dia hanya tersenyum kecil dan mengatakan disana aku adalah tunangannya dan disini aku adalah miliknya. Hati ku bergetar melihat keangkuhannya, keegoisannya ingin memiliki ku membuat aku mulai menyangkal adannya tunangan ku. Kata manisnya yang selalu aku ingat menembel lembut dalam benak ku, bahkan tingkah konyolnya saat dia berhari-hari tidak ada kabar.Semua ingatan itu tergambar jelas dan benar-benar terlukis indah bahkan jika ini mimpi aku seakan enggan untuk bangun dalam mimpi ini. Aku tidak pernah mencurigainya ketika dia hilang tanpa kabar, dia sering mengatakan HP yang dia gunakan rusak, ya sudah aku percaya begitu saja dengannya. Dia hilang seminggu tanpa masuk kelas akupun percaya bahwa dia sedang berada dikota yang berbeda dengan ku saat ini, dia hilang lagi mungkin sekitar 2-3 minggu ini dan hebat aku juga tidak pernah mencarinya karna aku percaya sepenuhnya dengannya. Untuk beberapa alasan aku sedikit ragu terhadapnya karna aku seakan dimanfaatkan, tapi untuk alasan lain aku juga yakin dia tidak mempermainkan perasaanku karna resiko yang aku ambil begitu besar. Setiap dia hilang ingin hati mencarinya namun aku yakin dengannya, aku mempercayainya melebihi apapun, ketika aku sibuk mencarinya aku juga mengabaikan tunangan ku sendiri. Ya, dengan alasan banyak tugas dan juga kelas, tunangan ku semakin ku abaikan karna aku menunggu perhatian dari kekasihku. Sampai aku tidak yakin dengan seribu alasan yang dia buat untuk ku kali ini, aku mencoba menelponnya berkali-kali tetapi sama sekali tidak tersambung. Dia mengatakan bahwa dia sedang berada dirumah dan tidak dalam kondisi baik sehingga dia tidak bisa berkuliah sampai minggu depan. Dan akupun pasrah akan keadaan ini, toh aku juga berpikir bahwa diriku memiliki tunangan yang tidak mungkin aku abaikan terus menerus. Seminggu kemudian dia datang kekelas dengan membawa sebatang coklat dan sepucuk harapan lagi. Bagaimana aku bisa menolak sikapnya karena dia berbanding terbalik dengan tunangan ku tetapi disisi lain aku juga bisa merasakan penderitaan tunangan ku saat aku membohonginya. Hari-hari ku kembali seperti semula, dia yang menjadi kekasih ku dan dia yang disana menjadi tunangan ku. Sore ini kami berjanji akan bertemu disebuah kafe yang mungkin terbilang romantis. Sore itu aku sudah menunggunya untuk menjumput ku, dia tidak menghubungi sejak kelas berakhir tadi dan aku mencoba menelponnya, dia beralasan masih menunggu teman kosnya, sampai tepat pukul 10 malam aku memutuskan untuk kembali masuk kos karena tidak mungkin juga aku keluar. Malam itu dia meminta maaf berkali-kali, lagi, lagi, dan lagi. Aku mulai bosan dengan tingkahnya, karena menurut ku percuma saja aku memiliki tunangan jauh disana dan kekasih disini namun keduanya sama-sama jauh. Ya, sejak saat itu kami jarang menghabiskan waktu bersama, aku memilih enggan bertemu dengannya diluar jam kelas karna menurut ku, aku sudah berkorban perasaan tunangan ku sedangkan kekasih yang aku perjuangkan tidak peduli dengan pengorbanan yang aku berikan. Waktu demi waktu berlalu kami seakan semakin jauh namun tetap saling peduli, malam nanti dia ingin mengajak ku makan bersama seperti dulu. Aku sempat berpikir berulang-ulang tentang hal ini dan aku mengiyakan ajakkannya. Masih teringat jelas pukul 16.00 aku sudah mengajaknya keluar namun dia bilang masih sibuk, setelah lewat jam tersebut aku tidak bisa mengubunginya lagi. Seperti harapan ku sia-sia, atau mungkin aku saja yang terlalu berharap berlebihan. Tidur? tidak mungkin aku bisa tidur malam ini, dari ketiga nomer telfonnya tidak satupun bisa dihubungi. Lewat tengah malam dia merespon pesan ku, namun cukup aku herankan dia bertanya aku siapa. Antara bingung dan juga malas merespon kembali pesan tersebut. Dan tidak ku sangka dia mengirim pesan sebanyak 5-8 kali. Ya, antara senang dan bingung tetapi setelah aku melihat pesannya aku terheran-heran karena pesan itu bukan darinya melainkan dari tunangannya. Jadi selama ini siapa yang berselingkuh dan siapa yang jadi selingkuhan? batin ku seakan terusik dan semakin tidak karuan. Dia meminta ku untuk menghapus nomernya dan menghilang dari hidupnya, sebenarnya siapa yang jadi korban? aku atau dia? atau mungkin tidak keduanya. Aku merasa jadi wanita paling bodoh karna mengabaikan tunangan ku demi laki-laki pembohong yang juga telah memiliki tunangan. Semuanya hancur, pecah, bahkan sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Ingin menangis, ingin mengadu tapi kepada siapa? tunangan ku? apa kalau bukan bunuh diri? dasar bodohnya aku tidak bisa membedakan mana yang benar-benar serius dan mana yang hanya memanfaatkan.

Sabtu, 09 Januari 2021

Fight

 Hai, aku sakuaila akrab disapa aila, aku 21 tahun dan ini adalah kisah ku. Kebiasaan yang ku buat cukup buruk dimata orang lain terlebih didaerah lain pula. Aku terbiasa berdekatan dengan laki-laki melebihi apa yang mereka tau, bagi ku tempat ternyaman adalah mereka, tetapi semua kenyamanan ini berakhir saat aku mulai bekerja didaerah lain. Aku bekerja disalah satu perusahaan ternama yang memiliki berbagai cabang diindonesia, saat itu aku dipindahkan kesalah satu daerah dijawa timur. Adat yang aku tidak mengerti, kebiasaan yang sulit aku pahami dan orang-orang yang tidak pernah aku tau. Semua baik-baik saja, sampai saat tudingan itu datang. Aku tercatat sebagai wanita penggoda bahkan aku dituduh menggoda lelaki dikantor tersebut bukan cuma satu melainkan semua laki-laki. Disitu aku merasa seperti tersudut, aku tidak bermaksud melakukan itu semua, aku hanya terbiasa melakukan semua ini karena memang aku merasa nyaman dengan keadaan ku. Tidak ada yang tau bagaimana masa lalu ku sehingga aku seperti ini, aku hanya disudutkan dengan satu sudut pandang. Terpukul, kesal, bahkan mungkin aku bisa saja melalukan hal kasar terhadap mereka yang menuding ku. Mereka hanya tau nama ku tidak dengan semua keadaan ku. Berulang kali aku berkata kepada mereka jika memang tidak nyaman dengan sikap ku bicaralah namun mereka tetap bersikap diam seakan tak mempermasalahkan perilakuku. Diam, diam, dan hanya diam karena berkatapun juga tak berguna, jelas masih teringat sampai sekarang kekecewaan yang sangat mendalam. Aku kecewa karena aku tak bisa menyampaikan opini ku, bahkan aku hanya terus-terusan dituding dengan kata-kata yang tak pantas.

Hari berganti dan masih saja aku teringat akan hal tersebut, sudah ku coba mencoba membuka lembaran baru namun ingatan itu tetap saja terpendam dalam. Sudah ku kubur ingatan itu dalam-dalam namun tetap saja terlintas membuat aliran air mata. Yang masih teringat jelas aku tak bisa berkata apapun dan tetap menjatuhkan harga diri ku meskipun aku tidak seperti itu. Ya kini telah bekerja ditempat lain dengan harapan yang baru, sikap yang baru, dan perasaan yang baru. Meskipun sikap yang ku rubah adalah sikap ku sejak beberapa tahun yang lalu. Tetap berusaha menjadi baik meskipun orang disekeliling mu mengganggap mu buruk, tak salah jika memang pepatah itu cukup nyata bagi ku, tak selamanya yang buruk akan menjadi buruk pula karena roda tetap berputar dan kehidupan bukan hanya berhenti disatu waktu. Disini aku bisa menyimpulkan, cepat beradaptasi dengan lingkungan baru karena pada dasarnya semua lingkungan memiliki tradisi masing-masing. Sikap keras kepala bisa saja menjadikan bumerang terhadap diri sendiri, jadi bersikaplah sederhana walau terkadang opini orang lain menyakitkan bagi diri kita.

Cukup tersenyum menyikapi segala hal yang menyakiti kita, karena disitu aku yakin bahwa sisi negatif kita tergantung penilaian orang lain.

Kamis, 09 Januari 2020

MY MEMORRIES

Aku berjalan dalam duka mendalam hampir 3 tahun belakangan ini. Aku veronika, veronika aurora leonada putri yuzua itu nama ku nama terindah dari kedua orangtua ku. Dalam hal cinta mungkin aku adalah orang paling bodoh didunia, karena bertahan hanya demi cinta sepihak saja. Aku dihajar, dipukul, dijambak, bahkan aku hampir dibunuh, tapi entah kenapa aku masih saja mau bertahan. Aku sangat menyayanginya, hinga rasa sakit ini tergantikan begitu saja. Geraydi dia adalah laki-laki pujaan hati ku, hingga akupun tak ingin melepaskannya begitu saja.
Hari berlalu terkadang dia sayang terkadang dia membuat luka itu kembali. Terkadang aku hancur dan terkadang rasa cinta itu datang kembali. Setiap aku tidak bicara, tidak menurut, bahkan diam, dia terus saja menyiksa ku. Batin ku tersiksa, namun aku hanya bisa diam, diam dan terus diam karena rasa cinta ini. Tangan ku terluka, muka ku lebam, rahang ku patah, bahkan aku seperti orang gila sekarang.
Sudah lebih dari 2 tahun aku bersamanya, dan sudah berkali-kali juga dia berselingkuh dari ku. Waktu itu usia ku benar-benar dini sekali,  dibawah 17 tahun lebih jelasnya. Ya, dan aku sudah mendapatkan perilaku tak wajar diusia ku yang masih dibawah umur. Tepatnya tahun ke 3 aku bersamanya, dia membenturkan kepala ku ketembok dan mencakar kedua tangan ku, dia juga memukul pipi ku. Aku membulatkan tekat ku untuk mengatakan kepada kedua orangtua ku.
Kedua orangtua ku terheran sudah 2 hari aku tidak keluar dari kamar. Dan merekapun curiga terhadap perilaku ku saat itu. Berulang kali mereka mengetuk pintu kamar ku, dan dengan berat hati aku keluar kamar  sambil menjulurkan bekas luka yang ada apa kedua tangan ku. Mereka menangis, marah, kecewa, dan hancur melihat ku seperti ini. Mereka memeluk ku, mencoba menegarkan, menguatkan ku dan membuat ku bangun kembali.
Hari berikutnya atas perilakunya kedua orangtua ku tidak terima, dan melakukan visum. Ya, kehidupan ku perlahan hancur begitu saja. Setelah visum tersebut dia mengancam ku, merampas ponsel ku dan juga hidup ku. Dia seolah-oleh menunjukkan rasa cintanya, dia menggores tangannya berkali-kali membuat ku luluh kembali.
Ya, dia berselingkuh lagi dan aku menggores tangan ku juga. Dia semakin kasar dan ingin mengakhiri segalanya karena muak dengan ku. Apakah dia berpikir bagaimana aku jungkir balik mempertahankannya? Aku rela dimaki, dibentak, dipukul, bahkan sampai mengancam hidup ku dan melawan kedua orangtua ku. Aku terluka sampai aku sudah kehilangan akal ku dan ingin membunuh jiwa ku. Berkali-kali juga aku menggores tangan ku, sampai entah sebanyak apa darah yang aku keluarkan.
Kini aku menjalani masa kritis karena hal ini, kehidupan asmara ku hancur. Trauma membekas keras dalam ingatan ku seakan enggan beralih dari segala arah. Aku depresi berat dan tak ingin kehidupan itu kembali, termenung, terdiam dan tidak ingin diganggu itulah aku.

Senin, 29 Oktober 2018

Aku takut jatuh cinta kembali

Aku adalah orang yang mungkin bisa dibilang paling beruntung karena memilikinya. Dia adalah laki-laki paling hebat yang bisa sangat sabar dengan tingkah ku. Sudah lama kami saling mengenal dan berbagi tawa. Dia sangatlah mengerti bagamana aku dan semua hal yang bisa membuat ku tersenyum lebar. Kali ini kami mulai merindu, jarak dan perbedaan waktu membuat ku sangat membutuhkannya. Ingin jumpapun tak mampu untuk saat ini. Hanya sebuah tulisan inilah yang dapat aku ucapkan untuk memeluknya. Rasa rindu ini semakin menjadi-jadi. Kami dipisahkan oleh sebuah batasan yang tidak bisa kami tinggalkan. Aku mulai membaur dengan lingkungan baru tanpanya disisi ku. Kami sama-sama memiliki kesibukan masing-masing. Ada seorang laki-laki yang cukup memperhatikan ku saat itu. Membuat ku berdebar dan terus salah tingkah. Apa yang terjadi dengan ku? Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Tuhan apa aku jatuh cinta lagi? Tidak, aku tidak boleh jatuh cinta lagi, cinta ku hanya miliknya dan hanya dia yang boleh memilikinya. Namun aku bosan dengan hubungan jarak jauh ini. Tuhan tolong aku. Waktu berlalu begitu cepat hingga hubungan ku menjadi sebuah hubungan yang kelabu. Dan rekan ku tetap membuat ku jatuh cinta kepadanya. Sejenak aku melepas rindu ku dengan bersamanya. Tak lama setelah ini aku berpikir, apa yang aku lakukan, dia disana menunggu kepulangan ku, sedangkan aku disini malah melupakannya. Dia yang menemani ku disaat aku 0 (nol) tapi apa yang aku lakukan? Aku mulai bimbang dengan apa yang aku lakukan. Dan diapun mulai mengetahui ini semua, dia menjemput ku pulang disitulah kami bertengkar hebat. Untuk pertama kali kami bertengkar begitu hebatnya. Pemicunya hanya satu bukan orang ketiga namun aku yang tak pernah sadar bahwa aku memilikinya. Menyesal? Tentu saja, karena sikap ku aku kehilangannya. Dia mengajak berpisah dan tidak akan mengenal ku lagi. Rasanya aku seperti dipukul dan dihancurkan dalam sekejab. Dia pergi begitu saja meninggalkan air mata. Aku hanya terdiam disetiap tempat bersama siapun. Laki-laki yang membuat semua hancur menghampiri ku dan berkata jangan terlalu diambil hati sekarang kamu dengan siapa untuk apa bersedih. Aku menutup mata dan memeluknya erat. Rasanya aku benar-benar hancur. Semuanya sudah tergambar didepan mata tapi aku malah merobeknya. Sudahlah ini tinggal bekas, sekarang aku tak lagi bersamanya. Suatu waktu aku mulai merindukannya, rindu akan segalanya tentangnya dan kami mulai berhubungan kembali, hingga hubungan baru ku hancur juga. Aku kembali kepadanya dengan segalanya yang sama. Dan kali ini aku tidak ingin melukainya lagi. Karena dia orang paling sabar yang paling aku rindukan. Namun apabila aku mengulanginya lagi? Apakah semuanya akan berakhir lagi. Aku takut akan jatuh cinta kembali. Karena bersamanya selalu aku takut bosan dan melupakannya kembali.

Sabtu, 19 Mei 2018

LOVE 28


Dia hanya kiasan masalalu ku yang mungkin hanya meninggalkan sebuah luka lama. Kehadirannya yang sekarang hanya mitos membuat ku seakan tak ingin peduli lagi. Namun suatu saat, dia hadir dalam hidup ku kembali dengan segalanya yang telah berbeda. Untuk apa dia kembali? Untuk menghancurkan kehidupan ku lagi? Aku tidak pernah tau menau apa yang dia inginkan dengan hadirnya dia dihidup ku kembali.

Dia semakin membuat ku tak bisa lupa bahwa rasa cinta ini cukup besar untuknya. Bahkan rasa sayang ini semakin bertambah kuatnya. Tawanya adalah dunia ku dan bahagianya adalah hidup ku. Semua normal sampai suatu saat aku mengetahui niat buruknya pada ku. Dia hanya ingin memanfaatkan demi kebahagiaannya sendiri dan bodohnya diri ku terjebak dalam lubang yang sama secara berulang-ulang. Tangis ku adalah bahagianya bahkan sedih ku adalah tawanya. Dia seakan tak peduli dengan ku dan segalanya tentang diri ku. Dia hanya mengisi kekosongan harinya saat bersama ku namun ketika kekosongan itu tidak lagi ada, akupun juga tidak lagi berada bersamanya.

Segalanya baik-baik saja jika aku sudah tau apa maksudnya beberapa kali ini. Cinta ini membuat ku buta akan segalanya, segalanya yang membuat ku luka. Masih jelas tergambar dalam otak ku bahwa dia mencintai dan rasa cinta itu sama besarnya. Namun entah kenapa semua sirna begitu saja tertinggal luka batin yang semakin menusuk dalam dada.

Aku seakan tak pernah ada dalam hidupnya, aku selalu disiksa dalam duka yang setiap saat membunuh ku. Kau tak pernah mengerti betapa sulitnya aku berjuang memperjuangkan mu. Dulu aku yakin bahwa kau tak akan mengecewakan ku namun sampai aku mengemispun kau tetap tak bersama ku lagi. Aku terus saja menyesali segalanya yang membuat luka ini bertambah besar setiap harinya.
Berhenti berharap dan teruslah berjuang hidup, jika dia tidak bersama mu berarti dia bukan milik mu. Ada sesuatu hal yang meski kita bersikeras memilikinya namun dia tidak bisa kita miliki bukan karna kita tak pantas namun karna sesuatu hal itu bukan kepunyaan kita dan aku mempercayai itu semua. Untuk apa memperjuangkan yang bukan hak kita dan untuk apa bertahan dalam perjuangan orang lain. Aku tetap melanjutkan hidup ku seperti saat sebelum mengenalnya. Tenang damai dan indah dalam sudut pandang manapun.

Saat segalanya telah menjadi biasa seseorang hadir dalam hidup ku. Bukan hanya seorang namun beberapa orang. Mereka sama-sama bersikeras ingin memiliki ku, namun luka ini masih meninggalkan sedikit trauma dalam hidup ku. Sebisa mungkin aku bersikap biasa saja dengan semuanya. Saat aku mencoba menaruh hati ku dengan seseorang segalanya sama saja. Dia memang biasa saja namun meninggalan luka batin yang sama. Rasanya segalanya sia-sia dalam hidup ku, ingin ku membuka lembaran baru dan menutup segala luka dimasa lalu namun yang aku lakukan adalah membongkar luka itu lagi dan lagi.

Untuk mencoba jatuh cinta lagi mungkin sulit sekali untuk ku, lebih baik sediri dalam diam. Namun perjuangannya cukup menyita perhatian ku. Dia diam, tenang dan menarik, awalnya saja dia cukup mengganggu bagi ku. Ingin ku perjuangkan namun apakah luka itu akan kembali? Rasa takut mungkin ada dan setidaknya aku telah berusaha mengubur luka masa lalu itu.

Aku yang tak menginginkannya dibuat jatuh cinta dengan perjuangannya mencintai ku. Dia berjuang seakan yakin bahwa aku memilihnya. Ya, dengan segala usahanya aku mampu menghapus luka ku. Menghapus segalanya yang buruk dalam masalalu ku dan berbahagia selalu bersama. Tangis? Kini tak pernah ada tangis saat bersama. Sedih? Segala kesedihan terusir dengan sendirinya. Aku percaya bahwa apapun keputusan tuhan itu adalah yang terbaik untuk kita meski jalannya tidak selalu lurus. Dia selalu setia menemani ku dan tulus menyayangi ku, bahkan dia relakan sisa waktunya untuk ku. Tertawa bersamanya menjadi prioritas ku. Dan bahagia ku adalah bahagianya juga. Meski dulu jatuh dan terluka adalah jalan hidup ku kini aku tak lagi memusingkan hal itu. Walaupun kata lupa dengan masalalu itu tak ada, karna dia cinta pertama ku dan dia adalah hidup dan mati ku namun bukan berarti aku tidak mencintai orang yang bersama ku kini hanya karena dia adalah masalalu ku yang masih ku cinta. Karena bagi ku dia bukan untuk dilupakan cukup dicintai namun tempatnya bukan dihati lagi melainkan ditempat lain.

Rabu, 21 Desember 2016

MOM



Ketika aku harus lahir didalam keluarga sederhana bagi ku itu adalah musibah. Ya, aku adalah claudia anastasya feronika tersyana nama yang indah untuk kehidupan ku yang tidak pernah indah. Orangtua ku adalah seorang pedagang kecil yang memang tak memiliki harga sepersenpun. Memang mereka tak memiliki apapun yang aku inginkan namun setidaknya mereka berusaha menuruti apa kemauan ku.
Suatu ketika aku membentak mereka dengan kata-kata yang kasar hingga mereka benar-benar tak bisa berkata apapun lagi.
                “ aku ingin uang “
                “ uang? Untuk apa lagi sayang? “
                “ sudahlah beri saja aku uang! “
                “ ibu sudah tidak ada uang sayang, ayah juga sedang tidak kerja “
                “ halah cuma uang aja susah! Dasar orangtua tidak becus! Sebenernya aku anak siapa? “
                “ kok kamu ngomong seperti itu sih sayang? Kamu anak ibu sama ayah “
                “ ah sudahlah, kalau memang tidak ingin memberi ku uang aku akan pergi, malu bu punya orangtua seperti kalian! Semua teman ku memiliki harga berlimpah sedangkan kalian? 100 perak saja tidak punya! “
                “ ibu akan berusaha cari uang buat kamu sayang “
Tanpa mendengarkan colotehannya aku mengemesi barang-barang ku dan pergi meninggalkan mereka digubuk yang sudah terbilang reyot ini. Aku akan tinggal bersama teman ku yang kaya, aku tidak akan peduli dengan mereka.
1 minggu telah berlalu, aku sekarang tinggal bersama franciska. Disini aku dianggap seperti anak sendiri bahkan kekayaan yang franciska miliki juga menjadi milik ku.
                “ fero? Apa kamu tidak merindukan orangtua mu? “
                “ tidak sama sekali ma, aku membenci mereka “
Setelah percakapan itu, aku dan franciska pergi untuk kuliah. Saat kami turun dari mobil aku melihat tukang sapu jalan yang mirip sekali dengan ibu. Entah itu halusinasi ku atau memang kenyataan. Dengan sambutan dari tiupan angin aku menuruni mobil bersama franciska. Seperti angin memanggil nama ku dan terdengar semakin keras.
                “ fero “
Ternyata tukang sapu jalan tadi yang memanggil ku, saat aku memperhatikan dengan jelas itu benar-benar ibu. Tanpa berpikir panjang aku berlari kearah jalan raya ibu tetap mengejar ku, tanpa aku sadari tetap didepan ku mobil melaju cukup kencang. Karena kaget aku berteriak dengan kencang berharap ada seseorang yang menyelamatkan ku. Namun alhasil kecelakaan meninpa ku, ibu yang melihat ku langsung berlari kearah ku dan segera memeluk ku sambil berteriak minta tolong.
Cukup banyak darah yang ku keluarkan, ibu memutuskan untuk mendonorkan darahnya untuk ku. Tanpa aku sadari kebiasaan ku meminum alkohol bersama teman-teman merusak jantung ku, sehingga butuh pengganti agar aku tetap hidup. Tanpa disangka-sangka setelah berpikir panjang ibu mendonorkan jantungnya untuk ku, dengan atau tanpa izin ayah. Denga menulis sepucuk surat untuk ku yang dititipkan kepada ayah ibu mulai berpamitan dengan semua orang.
Aku mulai tersaadar setelah 3 hari praoperasi, ayah datang dan memberika surat itu kepada ku. Aku segera membacanya ditemani ayah.
             Semua usaha telah ibu lakukan untuk mu fero, ibu tidak pernah meminginginkan sedikitpun balasan dari kamu. Cukup ibu tau bahwa kamu bahagia dengan apa yang ibu usahakan untuk mu. Dari kecil ibu yang selalu memanjakan mu karna kamu adalah pelita hidup ibu sayang. Dalam hati kecil ibu, ibu sangat menyayangi ku apakah kamu juga menyayangi ibu sayang? Mungkin ini adalah jalan terakhir yang bisa ibu lakukan untuk membahagiakan mu. Setelah ibu mendonorkan darah untuk mu tolong terima jantung ibu untuk tetap menghidupkan mu. Segala usaha telah ibu lakukan untuk mu fero, sampai kapanpun kamu tetap anak kesayangan ibu. Setelah membaca surat ini tolong bantulah ayah mu karena jika bukan kamu yang membantunya siapa lagi? Ibu juga sudah tidak ada sayang. Ibu sayang sekali dengan kamu cloudia anastasya feronika tersyana. Dengan adanya jantung ibu ditubuh mu ibu akan tetap hidup, ibu tetap bisa melihat mu bahagia.
Setelah membaca surat ini tetesan air mata mulai mengaliri pipi ku, beribu sumpah dan kutukan hidup ku kini. Ayah memeluk erat tubuh ku seakan dia meredamkan tangisan ibu saat ku bentak seperti biasanya. Aku benar-benar merasa kehilangan sosok orang berharga dalam hidup ku, jika aku bisa berharap aku ingin tuhan mengembalikan ibu ku, aku berjanji tidak akan menuntut sesuatu lagi darinya, aku tidak akan membentaknya, bahkan akan ku akui bahwa dia adalah ibu ku, ibu yang membesarkan ku. Namun semua hanya ilusi yang terjadi sudah terjadi tepat didepan mata ku.
Untuk ibu maafkan anak mu ini , yang selalu membentak mu, yang selalu membuat mu bekerja keras, yang selalu membuat mu menangis. Ibu dibalik sikap ku yang kasar aku memiliki rasa sayang terhadap ibu. Sekarang rasa penyesalan kupun sudah terlambat semua terjadi begitu cepat karna sikap egois ku ini. Ibu tenanglah disana aku berjanji aku bisa membuat ibu bahagia. Jika aku memilhat kelangit aku ingin ibu menjadi bintang yang paling terang dalam malam ku.

#happymotherday
#untuk kalian yang belum kehilangan ibu kalian bahkan jangan pernah mau kehilangan sosok ibu bagi kalian karena ibu adalah pahlawah kemarin, hari ini , esok, lusa, dan selamanya.
#cerita hanya fiktif ya buat kalian hormatilah orangtua kalian sesulit apapun mereka, mereka tetap orangtua kalian yang benar-benar menyayangi kalian apa adanya