Aku telah lama menantinya, entah sedari kapan sampai akupun tidak bisa mengingatnya. Satu dua atau bahkan tiga tahun waktu yang ku habiskan untuk menunggunya. Namun sampai detik inipun kabar tak kunjung dia berikan, hanyalah tersisa keputus asaan saja. Aku Claudia, lebih tepatnya Tania Rindu Claudia. Akan aku ceritakan sedikit pahitnya kehidupan ku, aku dan dia adalah sebuah untaian bunga yang terlihat sangat indah ketika merekah namun sejak kepergiannya mungkin untaian itu telah layu semata. Dia meninggalkan ku demi mengurus pendidikannya dan pergi juga meninggalkan sebuah cerita lara. Aku tidak pernah tau bagaimana rupanya, keadaannya, bahkan kabar akan kesehatannya, yang ku tau kini hanyalah aku yang menanti akan kepulangannya. Sebuah penantian yang tiada habisnya, menunggu dan terus menunggu. Dia adalah tunangan ku Leo, harusnya tepat ditahun ini dia berjanji akan melamarku dan ditahun ini pula dia menjanjikan sebuah pernikahan.
Setiap hari aku hanya mengisi hari-hari ku dengan rutinitas tidak penting, yang terpenting adalah ketika aku pulang bekerja dan menatap layar laptop ku untuk menantikan kabar akan dirinya melalui email.
hai kekasih? apa kabar mu? apakah kamu baik-baik saja?
hai kekasih? hari ini seperti biasanya aku bekerja dan pulang tepat waktu untuk menantikan email mu
hai kekasih? sehatkah? bagaimana pendidikan mu? sepertinya baik-baik saja
hai kekasih? aku sadar jarak memang menghalangi segala, tapi setitik kabar saja apa tak bisa?
hai kekasih? sudah 2 tahun lebih kapan kamu pulang?
hai kekasih? selamat hari jadi sayang ku
hai kekasih? aku rindu
Ya, begitulah keseharian ku setelah pulang bekerja. Aku tak pernah menghabiskan waktu bersama rekan kerja ku karna bagiku balasan email darinya sangatlah penting. Aku sadar banyak orang disekelilingku yang sangat menyayangi ku layaknya Leo namun aku tak bisa berbuat apapun karna hanya Leolah yang aku inginkan. Rehan, dia adalah rekan kerja ku, saat aku merasa putus asa akan kabarnya rehan yang selalu ada disisi ku, bahkan dia juga tau bagaimana aku berjuang mati-matian hanya untuk Leo, namun tak sedikitpun rasa goyah untuk tetap memperhatikan ku.
Tepat 25 Januari aku pergi kebandara untuk melakukan tugas keluar kota bersama rehan, tepat disitu juga aku melihat Leo, ya Leo tunangan ku dan itu benar-benar dia bersama wanita yang mirip sekali dengan ku. Antara kecewa, terluka, dan bahagia, aku sangat bahagia tau bahwa dirinya baik-baik saja, namun aku kecewa dan terluka karena melihatnya bersama wanita lain yang jelas-jelas aku adalah tunangannya. Aku berlari menghampirinya sembari menyeka air mata ku, aku tidak peduli dia bersama siapa karna aku sangat ingin memeluknya. Aku terpaku dihadapannya, aku memeluk erat tubuhnya engan aku lepaskan, namun tak pernah ku sangka dia benar-benar mengacuhkan ku dan terlihat sangat kebingungan karna yang berada dihadapan dan disampingnya adalah wanita yang amat sangat mirip.
" kamu siapa? kenapa mirip sekali dengan istri ku? "
Apa? apa yang dia bilang? istri? yang jelas-jelas mirip dengan ku? lantas aku ini siapa? aku seketika dibuat heran atas pertanyaannya itu. Wanita yang bersama lanas menarik ku dan mengajak ku menjauh darinya.
" kami sudah menikah Claudia "
" lantas bagaimana kamu bisa bersamanya? dan kenapa kita sangatlah mirip? "
" aku adalah kamu dan kamu adalah aku "
aku terdiam sejenak dan manatapnya keheranan
" aku Clausia, Tania Rindu Clausia dan aku adalah saudara kembar mu "
" saudara kembar? "
" ketika kamu berpisah dari Leo dibandara kamu mengalami kecelakaan dan sebagian ingatan mu dimasalalu menghilang, termasuk ingatan mu tentang ku. Saat itu aku baru pulang kuliah diluar kota saat itu pula aku mengetahui betapa indahnya kisah cinta mu dan aku berniat menggantikan posisi mu karna aku sangat menginginkan kehidupan mu "
" kenapa kamu lakukan itu? lalu kenapa dia tidak bisa mengingatku? "
" karena yang dia tau aku adalah kamu, sudahlah lebih baik kamu lupakan dia, kami sudah menikah dan sebentar lagi kami akan memiliki anak "
kata-katanya benar-benar menusuk hati ku, seketika itu pula aku pingsan dipelukan Reihan. Aku tidak habis pikir bagaimana ini bisa terjadi kepada ku? kenapa ingatan tentang saudara ku tidak bisa aku ingat sama sekali. AKu benar-benar terpuruk seakan nyawa ku diambil begitu saja. Aku terbangun sembari meneteskan air mata.
" Clau kamu sudah sadar? "
" aku mau pulang "
" baik, aku akan bicara dengan bos agar kita bisa pulang "
Sejak kejadian itu aku meminta untuk cuti karena aku tak bisa bekerja dengan keadaan seperti ini. Dan benar saja Raihan selalu berada disamping ku, dia tidak pernah meninggalkan ku sedetik saja, dia memeluk erat tubuh ku seakan melindungi ku dari apapun yang membahayakan diriku. Andai aku tau sedari dulu aku tidak akan menunggu selama ini.
" lebih baik kamu beristirahat dan minumlah obat mu "
" terimakasih atas segalanya han, aku sangat bersyukur masih memiliki mu "
Dia hanya membalasku dengan senyuman dan pamit pulang. Aku kini hanya bisa termenung meratapi bagaimana nasib ku tanpanya kini yang pada kenyataannya tunangan ku menikahi saudara kembar ku dan tidak menyadari bahwa dia meninggalkan ku sendiri tanpa siapapun sekarang. Setelah merasa tenang dan istirahat beberapa hari aku memutuskan untuk melanjutkan hidup ku, bekerja dan mungkin akan menghabiskan waktu-waktu ku bersama rekan kerja ku tanpa menatap laptop ku mengharap balasan email dari seseorang yang jelas-jelas sudah memiliki istri. Seperti biasa Reihan adalah orang pertama yang selalu menyapa ku dikantor.
" are you oke? "
" i'am fine, its oke han "
Reihan memanglah laki-laki yang sangat diimpikan semua wanita tapi aku tidak mungkin memanfaatkan kedekatannya dengan ku hanya demi pelampiasan. Pulang kerja aku putuskan untuk menemui Leo dan mungkin aku akan meminta sedikit penjelasannya. Tentu saja Raihan bersikeras untuk mengantar ku namun aku abaikan.
" its oke han, aku gapapa sendiri "
" aku tau kamu selalu begitu, kalau memang ada apa-apa kamu tau siapa yang harus kamu hubungi "
Ya, dan aku kerumah Leo sendiri menguatkan hati dan juga jiwa ku. Aku melihatnya bersama saudara kembar ku yang sangat bahagia, tertawa bersama tanpa diselimuti beban pikiran tentang keberadaan ku.
" Leo? boleh aku bicara "
" Kamu saudara kembara Clausia ya "
Benar saja dia tidak mengingat ku.
" maaf aku tidak mengenali mu saat dibandara, Clausia sudah mengatakan pada ku bahwa kamu kehilangan tunangan mu saat dia pergi pendidikan, aku juga kecelakaan pada saat itu "
Jadi sebenarnya siapa yang kecelakaan, kenapa aku tidak bisa mengingat apapun.
" Dia aku ambilkan minum ya, mengobrol lah dengan suami ku "
Dia begitu jelas mengatakan suaminya. Bedebah satu ini menyebut tunanganku adalah suaminya, yang benar saja. Mungkin hanya sabar yang bisa aku lakukan saat ini.
" kamu benar-benar tidak mengingatku? "
" aku berusaha tetapi tetap saja aku tidak bisa mengingat mu, aku amnesia saat kecelakaan itu "
" bisakah kamu ceritakan apa yang terjadi? "
" tentu saja, saat aku akan ke canada aku menunggu travel ku saat itu, terakhir ingatan aku melihat seorang gadis yang merupakan tunangan ku tetapi ingatan ku samar-samar, turun dari pesawat saat aku menunggu jemputan aku ditabrak mobil dan aku tak mengerti apapun ingatan ku hilang begitu saja. Saat aku terbangun sia sudah ada disamping ku bahkan aku tidak tau kalau dia adalah tunangan ku, yang aku herankan nama sia tidak ada dalam kontak HP ku dan nama mulah yang ada dalam setiap tulisan dalam hidup ku sebelumnya, kata sia kamu adalah saudara kembarnya yang juga kecelakaan saat berpisah dibandara dengan kekasih mu "
" jadi kita kecelakaan bersama saat itu? "
" mungkin iya dan mungkin tidak karna aku tak mengingat apapun, sia sudah menjelaskan bahwa dirinya menyusulku karena dirimu "
" apakah ingatan mu benar-benar hilang? "
" sejak kecelakaan itu semua akses dipegang sia jadi aku tak mengerti apapun "
" apa mungkin sia yang menerima email ku? "
" aku tidak ingat apapun tentang email yang jelas sejak dicanada bersama sia email, nomer HP sia ganti "
Aku semakin tak mengerti apa yang terjadi sebenarnya, siapa yang harus aku percaya dan mengapa ini semua bisa terjadi kepada ku.
" Dia bisakah ikut bersama ku sebentar "
Sepertinya sia ingin menjelaskan sesuatu, karena ku mulai dikelilingi rasa kecewa dan juga penasaran.
" apakah kau akan mempercayai ku? "
" bagaimana aku bisa percaya kalau saudara kembar ku sendiri yang merebut tunangan ku? "
" sebenarnya kalian sama-sama kecelakaan saat itu dan aku mencuri identitas mu sebagai Claudia untuk terbang kecanada, namun tanpa aku sadari Leo sudah berada dirumah sakit saat itu dan aku mencoba menggantikan mu, awalnya aku tidak ingin merebut Leo dari mu, namun apalah daya ku terlalu lama bersama membuat ambisi ku memilikinya meningkat, bisakah kamu merelakan dia untuk ku Dia? "
" rela atau tidak dia sudah menjadi milik mu sekarang aku tak memiliki hak apapun meskipun sebagai tunagannya ataupun Claudia yang asli "
" maafkan aku Dia, aku sama sekali tidak ingin menyakiti mu karena pada saat itu kalian sama-sama kehilangan ingatan disama lalu dn menurut ku inilah kesempatan ku untuk menjadi dirimu, sekali aku mohon kepada mu relakan Leo untuk ku dan menjauhlah dari kehidupan kami agar ingatan tentang mu tak kembali, aku mohon "
" baiklah aku akan menjauh dari kalian tetapi ini semua aku lakukan demi anak kalian bukan karena kau saudara ku ataupun dia sebagai tunangan ku "
Ini adalah kali terakhir aku mengunjungi rumah tunangan ku dan si pengkhianat itu, aku akan mencoba merelakan dan melupakan apa yang telah terjadi saat ini, baik aku dan Leo tertinggal hanyalah kenangan semata saja. Sudah hampir 1 minggu aku meratapi keseharian ku yang semakin berubah, dan Reihan pun menyadari akan hal itu.
" are you oke Clau? "
" I dont know han, but I think I'am oke "
" and than? "
" but I think I dont forget them han "
" ayolah ini bukanlah Claudia yang aku kenal, percayalah kamu bisa melewati ini semua, baik dengan atau tanpanya "
" sudah 1 minggu semua berlalu begitu cepat han, tapi tetap saja ingatan yang hilang itu tak bisa kembali dan Leo juga tak mungkin kembali "
" sepulang kerja ikutlah dengan ku "
Entah apa maunya dan akan dibawa kemana, untuk saat ini hanya dia yang mampu menenangkan ku. Waktu menunjukkan pukul 17.00 dia menggandeng tangan ku dan membawa ku masuk kemobilnya. Aku hanya terdiam tanpa sepatah katapun, aku sadar Raihan menatap ku namun aku tak ingin mengecewakannya untuk saat ini.
" kamu ingat tempat ini? "
Dia membawa ku dibekas kecelakaan yang membuat ku kehilangan segalanya. Disana tiba-tiba saja aku mengingat segalanya Clausia, Leo, Reihan aku mengingatnya. Siapa pengkhianat dan siapa yang dikhianati, aku mengingat segalanya.
" thanks han, kamu sudah menyadarkan ku akan segalanya "
" jangan buang air mata mu demi orang yang tak pernah menghargai mu oke? "
Aku menangis dalam pelukannya, aku tersadar akan apa yang menimpa ku beberapa tahun. Aku teringat segalanya, segalanya yang membuat ku seperti saat ini, Leo memang tunangan ku namun selama ini dia mengkhianati ku dengan berselingkuh dengan saudara kembar ku, aku mengingat setiap detailnya dia kebandara bersama Clausia dan aku mengendarai mobil seusai kebandara dengan kecepatan penuh sehingga kecelakaan itu terjadi. Raihanlah yang menyelamatkan ku, dia yang pertama kali melihat ku terluka begitu parah dan kehilangan ingatan buruk ku, dia yang benar-benar melindungiku sampai saat ini. Aku percaya bahwa dia sangat menyayangi ku untuk kemarin, hari ini, lusa dan seterusnya.
Setelah aku habiskan air mata ku, aku memutuskan untuk melupakan kehidupan semu ku dan membuka lembaran baru bersama Raihan. Raihan yang ada bersama ku, dia malaikat pelindung ku serta kekasih yang akan menjaga ku selamanya. Percayalah dibalik seseorang yang mengkhiati mu akan ada orang baik yang selalu melindungi mu. Meskipun itu sulit untuk ku jalani aku akan tetap kuat bersama Raihan. Setelah ini tak akan ada air mata kesedihan lagi melaikan hanya kebahagiaan.