Hai, aku sakuaila akrab disapa aila, aku 21 tahun dan ini adalah kisah ku. Kebiasaan yang ku buat cukup buruk dimata orang lain terlebih didaerah lain pula. Aku terbiasa berdekatan dengan laki-laki melebihi apa yang mereka tau, bagi ku tempat ternyaman adalah mereka, tetapi semua kenyamanan ini berakhir saat aku mulai bekerja didaerah lain. Aku bekerja disalah satu perusahaan ternama yang memiliki berbagai cabang diindonesia, saat itu aku dipindahkan kesalah satu daerah dijawa timur. Adat yang aku tidak mengerti, kebiasaan yang sulit aku pahami dan orang-orang yang tidak pernah aku tau. Semua baik-baik saja, sampai saat tudingan itu datang. Aku tercatat sebagai wanita penggoda bahkan aku dituduh menggoda lelaki dikantor tersebut bukan cuma satu melainkan semua laki-laki. Disitu aku merasa seperti tersudut, aku tidak bermaksud melakukan itu semua, aku hanya terbiasa melakukan semua ini karena memang aku merasa nyaman dengan keadaan ku. Tidak ada yang tau bagaimana masa lalu ku sehingga aku seperti ini, aku hanya disudutkan dengan satu sudut pandang. Terpukul, kesal, bahkan mungkin aku bisa saja melalukan hal kasar terhadap mereka yang menuding ku. Mereka hanya tau nama ku tidak dengan semua keadaan ku. Berulang kali aku berkata kepada mereka jika memang tidak nyaman dengan sikap ku bicaralah namun mereka tetap bersikap diam seakan tak mempermasalahkan perilakuku. Diam, diam, dan hanya diam karena berkatapun juga tak berguna, jelas masih teringat sampai sekarang kekecewaan yang sangat mendalam. Aku kecewa karena aku tak bisa menyampaikan opini ku, bahkan aku hanya terus-terusan dituding dengan kata-kata yang tak pantas.
Hari berganti dan masih saja aku teringat akan hal tersebut, sudah ku coba mencoba membuka lembaran baru namun ingatan itu tetap saja terpendam dalam. Sudah ku kubur ingatan itu dalam-dalam namun tetap saja terlintas membuat aliran air mata. Yang masih teringat jelas aku tak bisa berkata apapun dan tetap menjatuhkan harga diri ku meskipun aku tidak seperti itu. Ya kini telah bekerja ditempat lain dengan harapan yang baru, sikap yang baru, dan perasaan yang baru. Meskipun sikap yang ku rubah adalah sikap ku sejak beberapa tahun yang lalu. Tetap berusaha menjadi baik meskipun orang disekeliling mu mengganggap mu buruk, tak salah jika memang pepatah itu cukup nyata bagi ku, tak selamanya yang buruk akan menjadi buruk pula karena roda tetap berputar dan kehidupan bukan hanya berhenti disatu waktu. Disini aku bisa menyimpulkan, cepat beradaptasi dengan lingkungan baru karena pada dasarnya semua lingkungan memiliki tradisi masing-masing. Sikap keras kepala bisa saja menjadikan bumerang terhadap diri sendiri, jadi bersikaplah sederhana walau terkadang opini orang lain menyakitkan bagi diri kita.
Cukup tersenyum menyikapi segala hal yang menyakiti kita, karena disitu aku yakin bahwa sisi negatif kita tergantung penilaian orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar