Tangan yang mungkin sudah tidak mungkin melakukan pekerjaan
keras dan tubuh yang semakin menua. Dia bekerja keras demi sebuah kata “keluarga” , keluarga yang belum tentu
membuatnya bahagia, keluarga yang belum tau apa arti kerja kerasnya, dan
keluarga yang belum tentu tau bagaimana rasanya menjadi dia.
Rambutnya yang mulai memutih diusianya yang mulai senja
membuat ku berpikir dua kali, apakah layak seorang anak membentak orangtua
setegar dia. Dia bekerja keras setiap hari, memberi makan keluarga hanya dengan
nafkah 15.000,- setiap hari dari suaminya. Hati ku semakin kecil dan
mengurungkan niat ku untuk marah padanya.
Pagi itu karna terburu-buru aku membentaknya, aku hanya
memikirkan ego ku saja, aku tidak memikirkan bagaimana hati kecilnya terluka
mendengar perkataan ku. Belum sempat ku katakan maaf sepertinya dia melupakan
hal tersebut. Bagi ku dia adalah malaikat tanpa sayap, dia berjuang sendirian
demi kedua anaknya yang semakin hari semakin tumbuh besar. Tanpa memikirnya
bagaimana sikap suaminya yang semaunya sendiri dia mencoba tegar. Sering ku
dengar pertengkaran mereka, saat itu usia ku baru menginjak 12 tahun, setiap ku
dengar pertengkaran mereka aku tak pernah pulang kerumah. Ya, hanya sosoknya
yang mencari ku, mencari keberadaan ku. Setelah itu ku sadari bahwa dia tulus
menyayangi ku dan hanya aku sandaran penguat dalam hidupnya.
Setiap air matanya membasahi pipi yang semakin hari semakin
keriput, aku mencoba lebih tegar darinya. Ingin rasanya ku berpisah dengan
keluarga ini, namun bagaimana dengan nasib wanita ini? Selalu ku urungkan niat
ku ketika aku telah melihatnya bekerja keras. Aku tidak pernah menyangka
dilahirkan dari seorang wanita kuat dan tegar sepertinya.
Tugas ku disini selalu menjadi penguatnya, membuatnya
tersenyum disaat hatinya menangis. Wanita yang benar-benar ku sayangi sampai
saat ini, wanita yang rela dimaki suaminya hanya demi aku sang pelita hatinya.
Walau sesering apapun aku berbuat salah sesering itu pula dia memaafkan ku.
Karna aku kesayangannya dan pelita dalam kehidupannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar