Dia hanya kiasan
masalalu ku yang mungkin hanya meninggalkan sebuah luka lama.
Kehadirannya yang sekarang hanya mitos membuat ku seakan tak ingin
peduli lagi. Namun suatu saat, dia hadir dalam hidup ku kembali
dengan segalanya yang telah berbeda. Untuk apa dia kembali? Untuk
menghancurkan kehidupan ku lagi? Aku tidak pernah tau menau apa yang
dia inginkan dengan hadirnya dia dihidup ku kembali.
Dia semakin membuat
ku tak bisa lupa bahwa rasa cinta ini cukup besar untuknya. Bahkan
rasa sayang ini semakin bertambah kuatnya. Tawanya adalah dunia ku
dan bahagianya adalah hidup ku. Semua normal sampai suatu saat aku
mengetahui niat buruknya pada ku. Dia hanya ingin memanfaatkan demi
kebahagiaannya sendiri dan bodohnya diri ku terjebak dalam lubang
yang sama secara berulang-ulang. Tangis ku adalah bahagianya bahkan
sedih ku adalah tawanya. Dia seakan tak peduli dengan ku dan
segalanya tentang diri ku. Dia hanya mengisi kekosongan harinya saat
bersama ku namun ketika kekosongan itu tidak lagi ada, akupun juga
tidak lagi berada bersamanya.
Segalanya baik-baik
saja jika aku sudah tau apa maksudnya beberapa kali ini. Cinta ini
membuat ku buta akan segalanya, segalanya yang membuat ku luka. Masih
jelas tergambar dalam otak ku bahwa dia mencintai dan rasa cinta itu
sama besarnya. Namun entah kenapa semua sirna begitu saja tertinggal
luka batin yang semakin menusuk dalam dada.
Aku seakan tak
pernah ada dalam hidupnya, aku selalu disiksa dalam duka yang setiap
saat membunuh ku. Kau tak pernah mengerti betapa sulitnya aku
berjuang memperjuangkan mu. Dulu aku yakin bahwa kau tak akan
mengecewakan ku namun sampai aku mengemispun kau tetap tak bersama ku
lagi. Aku terus saja menyesali segalanya yang membuat luka ini
bertambah besar setiap harinya.
Berhenti berharap
dan teruslah berjuang hidup, jika dia tidak bersama mu berarti dia
bukan milik mu. Ada sesuatu hal yang meski kita bersikeras
memilikinya namun dia tidak bisa kita miliki bukan karna kita tak
pantas namun karna sesuatu hal itu bukan kepunyaan kita dan aku
mempercayai itu semua. Untuk apa memperjuangkan yang bukan hak kita
dan untuk apa bertahan dalam perjuangan orang lain. Aku tetap
melanjutkan hidup ku seperti saat sebelum mengenalnya. Tenang damai
dan indah dalam sudut pandang manapun.
Saat segalanya telah
menjadi biasa seseorang hadir dalam hidup ku. Bukan hanya seorang
namun beberapa orang. Mereka sama-sama bersikeras ingin memiliki ku,
namun luka ini masih meninggalkan sedikit trauma dalam hidup ku.
Sebisa mungkin aku bersikap biasa saja dengan semuanya. Saat aku
mencoba menaruh hati ku dengan seseorang segalanya sama saja. Dia
memang biasa saja namun meninggalan luka batin yang sama. Rasanya
segalanya sia-sia dalam hidup ku, ingin ku membuka lembaran baru dan
menutup segala luka dimasa lalu namun yang aku lakukan adalah
membongkar luka itu lagi dan lagi.
Untuk mencoba jatuh
cinta lagi mungkin sulit sekali untuk ku, lebih baik sediri dalam
diam. Namun perjuangannya cukup menyita perhatian ku. Dia diam,
tenang dan menarik, awalnya saja dia cukup mengganggu bagi ku. Ingin
ku perjuangkan namun apakah luka itu akan kembali? Rasa takut mungkin
ada dan setidaknya aku telah berusaha mengubur luka masa lalu itu.
Aku yang tak
menginginkannya dibuat jatuh cinta dengan perjuangannya mencintai ku.
Dia berjuang seakan yakin bahwa aku memilihnya. Ya, dengan segala
usahanya aku mampu menghapus luka ku. Menghapus segalanya yang buruk
dalam masalalu ku dan berbahagia selalu bersama. Tangis? Kini tak
pernah ada tangis saat bersama. Sedih? Segala kesedihan terusir
dengan sendirinya. Aku percaya bahwa apapun keputusan tuhan itu
adalah yang terbaik untuk kita meski jalannya tidak selalu lurus. Dia
selalu setia menemani ku dan tulus menyayangi ku, bahkan dia relakan
sisa waktunya untuk ku. Tertawa bersamanya menjadi prioritas ku. Dan
bahagia ku adalah bahagianya juga. Meski dulu jatuh dan terluka
adalah jalan hidup ku kini aku tak lagi memusingkan hal itu. Walaupun
kata lupa dengan masalalu itu tak ada, karna dia cinta pertama ku dan
dia adalah hidup dan mati ku namun bukan berarti aku tidak mencintai
orang yang bersama ku kini hanya karena dia adalah masalalu ku yang
masih ku cinta. Karena bagi ku dia bukan untuk dilupakan cukup
dicintai namun tempatnya bukan dihati lagi melainkan ditempat lain.