Kehidupan yang memaksa ku untuk terus berjuang, melupakan
semua yang tenggelam dan terus berusaha dalam segala kehidupan. Aku bukanlah
wanita tegar disaat cinta menenggelamkan ku dalam kesunyian ini. Hal terindah
yang selalu aku harapkan dalam sebuah kisah cinta ku, namun semuanya berbanding
terbalik dalam kehidupan ku. Luka tajam yang dia tancapkan begitu dalam, hingga
aku tak mampu lagi berdiri tegak. Bukanlah hal yang mudah untuk membuat ku
bangkit dalam keterpurukan ini.
Hari ini adalah hari yang paling cerah namun bagi ku ini
hari terburuk, hari ini adalah hari dimana aku harus mengawali sebuah kisah
manis namun berakhir pahit. Hidup ku bukan hanya untuk menunggunya walau hidup
ku kurang sempurna bila tanpanya. Tak ada hal yang paling indah selain dia,
namun dia juga bukan satu-satunya dalam hidup ini. Pertemuan yang dulu sangat
manis, sebuah kisah yang membuat ku benar-benar ingin berada dalam kisah ini
selamanya. Sekarang, jangankan menyapa menatap mata ku saja sekarang dia
enggan. Melupakannya? Tidak, aku tidak ingin melupakannya. Karena bagi ku dia
adalah bintang kehidupan ku. Mungkin sekarang aku bukan apa-apa dalam hidupnya
namun dia adalah segalanya untuk ku.
Dia melupakan aku seakan dulu aku tidak pernah hadir dalam
hidupnya, seakan aku bukan hal yang terindah baginya dulu. Sebenarnya apa itu
cinta? Mengapa aku hanya mampu mencintai bukan dicintai? Ketegaran ku bukanlah
hal yang luar biasa untuk saat ini. Sejak dia pergi dalam hidup ku, aku selalu
menyembunyikan kesedihan dalam manisnya senyum ku.
Berusaha bangkit, itulah aku saat ini. Memang sangat sulit
membuka lembaran baru tanpanya, membakar semua kenangan manis tetangnya
bukanlah hal yang mudah. Bertahun-tahun menjalin hubungan mungkin terbilang
serius membuat ku terus terpaku pada satu hal, ya dia adalah alasan ku untuk
semua hal. Namun semua usaha ku mempertahannya bagai debu yang tertiup angin
malam, cepat hilang dan tidak terlihat mata.
Hati ku masih terkunci namanya namun hari ku tidak berhenti
karena dia meninggalkan ku. menyendiri adalah satu hal yang membuat terus
mengingatnya. Dalam gelap dan sunyinya malam, lagu indah mengiringi malam ku
dengan sedikit terlintas dalam benak ku memori indah dengannya. Disaat hujan
datang disaat itu juga aku mulai merasakan kerinduan akan masalalu bersamanya.
Aku lebih memilih hujan sebagai teman ku ketika aku merindukannya, karena hujan
mampu menghapus air mata kekecewaan ku kepadanya.
Kabarnya mulai menjadi misteri, akupun sudah mulai terbiasa
dengan kehidupan ku yang seperti ini. Tekat ku sudah bulat aku mencintainya,
aku bahkan rela menggunya namun bukan berarti aku harus terus menggunya. Aku
juga memiliki kehidupan lain selain dirinya. Cinta ku padanya akan ku ukir
disetiap hela nafas ku. bahkan aku akan tunjukkan bahwa tidak ada wanita hebat
yang mencintai mu layaknya diri ku mencintai mu.
Hujan, bawalah aku terbang tinggi hingga aku hanya mampu
melihat dirinya. Hujan kau adalah teman ku sejak dia memilih pergi meninggalkan
ku. Rintikan hujan mengalir dari kepada sampai kaki ku seakan dia membelai ku
dulu. Teringat sebuah kisah yang membuat ku terdiam dalam derasnya hujan. Dia
rela kehujan demi membuat ku tetap hangat namun itu hanya cerita dulu. Apakah
aku akan terus seperti ini? Terus menerus setiap kali hujan memori itu terus
mengelilingi kepala ku. Aku tidak mampu membuka mata dan hati ku untuk yang
kedua kalinya lagi. Terlalu pahit kenangan manis ku dulu hingga sampai saat ini
aku tidak ingin mengulang semuanya kembali. Tak ada yang bisa menggantikannya
dalam hidup ku. Jika aku diizinkan meminta, aku ingin dia kembali dalam pelukan
ku. tak ada luka setajam pisah, bahkan tak akan pernah ada air mata yang
membasahi pipi ku jika semuanya kembali. Namun itu hanya angan ku, angan semata
yang diharapkan hati ku.
Hidup ku belum berakhir mungkin memperjuangkannya adalah
akhir dari kisah ku. Kembali atau tidaknya dia dalam hidup ku itu bukan
rintangan bagi ku. yang perlu kalian tau, rasa ingin memilikinya kembali itu
selalu ada namun rasa cinta dan sayang ku mengalahkan rasa itu. Aku tau cinta
tidak harus memiliki melihatnya bahagia juga merupakan kebahagiaan bagi ku.
walau aku harus menahan luka dalam tangis ku, aku akan relakan itu semua. Karna
dia adalah hal terindah bagi ku.
Menangis dalam derasnya hujan adalah hobi ku saat ini. Hujan
mampu menghapus air mata ku, hujan juga mampu menenangkan ku. ya, melihatnya
bersama wanita lain memang sakit namun lebih sakit jika harus kembali pada ku
tanpa rasa yang kembali juga.
Mencintai dan menunggu dia kembali itulah hal yang sangat
menyakitkan namun itulah sebuah kenyataan pahit dalam hidup ku. jika dia memang
tak ingin kembali aku mohon beri aku sedikit kekuatan untuk tetap berdiri
dengan perasaan yang sama setiap saat walaupun aku harus terus terkikis
tajamnya ombak.